Yamaha

Produksi Upal Bernilai Ratusan Juta, Tujuh Orang Dibekuk di Bogor

  Rabu, 08 Juli 2020   Husnul Khatimah
Polisi mengamanka barang bukti terkait peredaran uang palsu di Bogor/ ist

KABUPATEN BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan, pihaknya berhasil membekuk tujuh tersangka pelaku pembuat sekaligus pengedar uang palsu (upal). Pihaknya mengamankan barang bukti upal siap edar berupa mata uang rupiah dan dolar.

"Kami telah berhasil mengungkap jaringan kasus peredaran uang palsu dengan menangkap 7 orang Tersangka dan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan berupa pecahan Rp100.000 sebanyak Rp357.900.000, uang palsu pecahan 100 dolar sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang palsu dolar,  1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, bahan-bahan pewarna buat upal," ujar Ronald, Rabu (8/7/2020).

Awalnya polisi berhasil menangkap salah seorang pelaku di daerah Cilebut Sukaraja. Setelah dilakukan  pengembangan petugas berhasil menangkap para pelaku lainnya di wilayah Pabuaran Residen Kota Tangerang yang merupakan TKP pembuatan Upal.

AYO BACA : Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Buru Pelaku Vandalisme JPO GBK

Para pelaku tersebut berinisial AKR (50), RS alias C (43), RF (48), DS (34), SP (51),  ESR (47) dan NPN (55).

Menurut Roland uang palsu yang diproduksi oleh para pelaku belum sempat diedarkan.

"Jadi para pelaku ini memproduksi lebih dahulu kemudian menawarkan kepada calon pelaku pengedar uang palsu lainnya. Tentunya para pelaku ini memanfaatkan situasi moment Pandemi Covid-19, namun kami berhasil menangkap lebih dulu sehingga uang palsu tidak sempat beredar khususnya di wilayah Kabupaten Bogor," tutur Roland Ronaldy.

Terhadap para tersangka dijerat Pasal 36 ayat (3) juncto Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengam ancaman pidana penjara diatas 10 tahun dan pidana denda paling banyak 10 miliar.

AYO BACA : Perempuan Tamu Hotel All Seasons Thamrin Tewas dari Lantai 13

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar