Yamaha

Pertanda Apakah Gempa di Laut Jawa? Ini Penjelasan BMKG!

  Rabu, 08 Juli 2020   Firda Puri Agustine
ilustrasi gempa bumi/ shutterstock

BEKASI, AYOJAKARTA.COM -  Rentetan gempa yang terjadi dari Jepara, Garut, hingga Banten pada Selasa (7/7/2020) kemarin terjadi hampir bersamaan dalam kurun waktu 24 jam. Setidaknya saat itu dalam waktu kurang sehari, ada empat kejadian gempa di Jawa.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, hal tersebut sangat sulit diprediksi. Dalam ilmu gempa atau seismologi,  ada tipe gempa besar yang kejadiannya diawali dengan gempa pendahuluan atau gempa pembuka.

AYO BACA : Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, Terjadi 4 Kali Gempa di Berbagai Wilayah

“Tetapi rentetan gempa yang terjadi di suatu wilayah juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar. Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian yang tinggi yang penting juga untuk kita pahami,” kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

“Yang jelas adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita waspadai,” lanjutnya.

AYO BACA : BMKG: 138 Gempa Tektonik Terjadi di Sekitar Wilayah Jateng

Ada catatan menarik dimana beberapa gempa yang terjadi kemarin tidak berasal dari sumber yang sama, namun berada dalam waktu berdekatan. Bisa jadi, ini merupakan sebuah kebetulan.

“Gempa Banten selatan terjadi akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di Zona Benioff di kedalaman 87 kilometer, sementara Gempa Selatan Garut dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di Zona Megathrust,” ujarnya.

Adapun guncangan gempa yang bersumber di Banten Selatan dirasakan sangat kuat di Jakarta sebagai akibat adanya fenomena efek tapak  (local site effect)  dimana efek tanah lunak  yang tebal di Kota Jakarta.

“Itu memicu terjadinya resonansi gelombang gempa sehingga guncangan diamplifikasi diperbesar guncangannya sehingga kemarin wilayah Jakarta sangat merasakan gempa tersebut,” katanya.

AYO BACA : Rentetan Gempa di Jawa Tidak Saling Berkait, Ini Penjelasan BMKG

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar