Yamaha

Tempat Hiburan dan Jasa di Kota Cirebon Mulai Dibuka

  Jumat, 10 Juli 2020   Budi Cahyono
Tempat hiburan di Cirebon kembali dibuka. (dok)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Sedikitnya 13 tempat hiburan dan penyedia jasa pada sektor kepariwisataan di Kota Cirebon sudah dibuka. Pembatasan jumlah pengunjung berlaku demi mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Tempat-tempat yang sudah buka meliputi event-event di hotel, arena permainan anak, panti pijat, hingga karaoke. Sebelum beroperasi, mereka harus mengantongi rekomendasi dari otoritas setempat.

Ke-13 lokasi yang telah menerima rekomenasi itu masing-masing Amaris Hotel, Panda Karaoke, NAF Karaoke, RAIN Karaoke, WAHAHA Karaoke, MIXO Karaoke, Happy Puppy Karaoke, Fantasy Karaoke, PaguyubanGantanganBurung, Hotel Santika, Hotel Bentani, Fun World CSB, dan Seoul Thai Panti Pijat.

"Sudah buka sekitar sepekan terakhir ini bersamaan diberlakukannya AKB," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan kepada Ayocirebom.com, Jumat (10/7/2020).

Tempat hiburan dan penyedia jasa yang dibuka mulai akhir Juni 2020 sendiri sebelumnya telah didahului obyek wisata. Sejumlah obyek wisata di Kota Cirebon, khususnya wisata budaya yang dikelola Keraton Kasepuhan Cirebon, sudah dibuka bagi umum sejak sekitar akhir Mei 2020.

Jumlah itu dimungkinkan bertambah menyusul pengajuan dari tempat-tempat hiburan dan penyedia jasa lain agar diizinkan beroperasional kembali.

Dia mengakui, bioskop menjadi salah satu tempat hiburan yang belum buka sampai kini. Pihaknya masih menanti pemenuhan syarat yang diberlakukan bagi setiap pengelola sektor kepariwisataan.

"Kalau mau buka, silakan penuhi syarat," ujarnya.

Dia menyebutkan, salah satu syarat bagi pengelola berupa keharusan menjalankan rapid test atau RT-PCR (uji swab) bagi minimal 30% karyawannya.

Selain itu, mereka pula harus menyatakan kesiapan secara tertulis untuk menyiapkan segala sarana dan prasarana hingga kelengkapan penerapan protokol kesehatan di lokasi, baik bagi pengelola maupun pengunjung.

Dalam proses penerbitan rekomendasi, dia memastikan, verifikasi dilakukan pihaknya dengan mengecek langsung kondisi di lapangan. Bila dinilai sudah terpenuhi, pihaknya akan menerbitkan rekomendasi dan pengelola diizinkan membuka objek usahanya.

"Tapi, kami tetap monitoring pelaksanaannya," janjinya.

Meski diizinkan membuka usaha, jumlah pengunjung dibatasi hanya 50% dari kapasitas lokasi. Kebijakan pembatasan berlaku guna mencegah kerumunan yang berpotensi mempercepat penularan virus.

Dia pun mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, mulai dari mengenakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan lain, hingga menjaga jarak fisik.

"Sebenarnya yang lebih aman diam di rumah kalau tak ada keperluan mendesak," cetusnya.

Namun dia meyakinkan, pengoperasian kembali aktivitas usaha, salah satunya pada sektor kepariwisataan, merupakan penyelarasan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat. Penerapan protokol kesehatan dalam hal ini menjadi kunci krusial dalam menekan laju paparan virus.(Erika Lia)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar