Yamaha

Stadion UNS Diusulkan Jadi Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

  Jumat, 10 Juli 2020   Budi Cahyono
Stadion UNS dengan kualitas rumput setara Stadion Manahan. (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

SOLO, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menambah daftar lapangan pendukung untuk Piala Dunia U-20 2021. Salah satu lapangan yang akan diusulkan yakni Stadion UNS yang memiliki kualitas rumput setara Stadion Manahan.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengusulkan lima lokasi lapangan pendukung, yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kottabarat, Lapangan Sriwaru, Lapangan Banyuanyar, dan Lapangan Karangasem.

Rudy, sapaan wali kota mengungkapkan satu opsi lagi yakni Stadion UNS. Menurut Rudy, stadion yang baru selesai direnovasi tersebut sangat layak diusulkan  menjadi lapangan pendukung. Kondisi Stadion UNS cukup layak, lantaran memiliki beberapa keunggulan, meskipun bukan milik pemerintah daerah.

"Saat verifikasi ke Solo, saya akan usulkan Stadion UNS jadi lapangan pendukung. Stadion ini sangat layak, kualitas rumput juga setara Manahan. Hanya sebagian kecil saja ada pembenahan, seperti ruang ganti,” jelas Rudy saat ditemui Ayojakarta.com, Jumat (10/7/2020).

Fasilitas lain Stadion UNS adalah memiliki tribune penonton dua sisi yakni barat dan timur. Meski masih diperlukan pembenahan di beberapa sisi, terutama untuk penerangan lapangan.

"Nanti saat panitia Piala Dunia datang ke Solo, akan saya tunjukkan juga stadion UNS ini juga layak untuk lapangan pendukung," imbuhnya.

Stadion UNS berada di dalam kompleks kampus dan tidak jauh dari pintu gerbang sebelah utara. Akses menuju lokasi ini cukup dekat dari Stadion Manahan, yakni sekitar lima kilometer dengan durasi kurang dari 10 menit.

Rudy menambahkan, karena berada di dalam kampus, pihak universitas sebaiknya melakukan sterilisasi saat benar-benar lapangan tersebut menjadi salah satu lapangan pendukung.

"Karena lapangan ini tinggal pembenahan ruang ganti atau penerangan, saya rasa tinggal penggunaan saja. Kalau lapangan lain ada beberapa yang masih banyak pembenahan dan besar biayanya," tuturnya.

Lima lapangan pendukung yang diusulkan sedari awal memang membutuhkan pembenahan. Terutama pada kualitas rumput, lampu penerangan, dan ruang ganti pemain. Lapangan yang layak yakni Stadion Sriwedari dan Lapangan Kottabarat.

Khusus Lapangan Kottabarat, beberapa waktu lalu FIFA memberi catatan lapangan tersebut terlalu kecil, dan perlu ditambah panjang dan lebar.

Pemerintah Kota Surakarta masih menanti arahan dari FIFA dan pemerintah pusat, mengenai rencana pembenahan lapangan pendukung. Terutama terkait anggaran yang diperlukan dari pemerintah pusat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar