Yamaha

Sepedaan (Lipat), Lanjut LRT Jakarta, Kulineran Deh di Kelapa Gading

  Jumat, 10 Juli 2020   Eries Adlin
LRT Jakarta/lrtjakarta.co.id

KELAPA GADING, AYOJAKARTA.COM – Semasa pandemi Covid-19, kegiatan bersepeda menjadi ngetren di masyarakat. Ada yang memang karena hobi, tetapi tak sedikit yang sekadar ikut-ikutan. Mengisi waktu. Mumpung kegiatan masih terbatas selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pilihan bersepeda untuk mengisi waktu tentu sebuah pilihan ciamik. Badan sehat, rasa suntuk karena harus terkurung di rumah selama PSBB pun hilang. Apalagi, kalau kita bisa memadukan bersepeda dengan kegiatan lain, misalnya kulineran.

Adi contohnya. Bersama sang istri, lelaki dengan tiga orang anak ini  kerap mengisi waktu kosong karena virus Corona dengan bersepeda. Berangkat dari rumahnya di sekitaran Rawamangun. Ke arah Kelapa Gading. Melewati jalan Kayu Putih.

Sampai Kelapa Gading, pasangan itu tinggal berburu kuliner yang banyak tersebar di sekitaran Kelapa Gading. Setelah kenyang, pulang deh mereka. Perut sudah terisi dan sudah rada malas mengenjot pedal, Adi kembali ke rumah dengan menggunakan light rail transit (LRT) Jakarta. Turun di stasiun Veledrome di Jalan Pemuda. Baru gowes lagi dalam jarak yang tidak jauh untuk sampai ke rumah.

Kadang, rute yang dilakoni Adi bersama istrinya itu sebaliknya. Naik LRT dulu dari Veledrome sampai Kelapa Gading. Makan-makan. Setelah itu, baliknya baru gowes sampai rumah.

“Sekalian ngebakar lemak,”begitu alasannya.

Manajemen PT LRT Jakarta memang mengizinkan penumpang membawa sepeda ke dalam gerbong.

“Iya, kami memang mengizinkan penumpang membawa sepeda. Tetapi sepedanya harus sepeda lipat,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta, Wijanarko, kepada ayojakarta.com.

Eh tapi kalau mau kulineran aja juga boleh lah. Tanpa harus gowes dulu. Sepanjang rute di seputara stasiun LRT Jakarta sudah banyak resto atau tempat ngopi. Kalau mau gampang ya di Kelapa Gading. Boleh dibilang semua kulineran tersedia di sana. 

STERILISASI DENGAN UV

Mungkin kalian mau bertanya, terus gimana urusannya dengan Covid-19?

Sebagai upaya menjamin kesehatan penumpang dan karyawannya, LRT Jakarta berinovasi terkait kebersihan moda transportasi, yaitu sterilisasi dengan penyinaran sinar Ultra-Violet (UV) di dalam trainset. Tujuannya, ya untuk membunuh virus dan sumber penyakit lainnya.

Sterilisasi dengan sinar UV dilakukan setiap malam setelah kereta tiba di depot untuk pengecekan dan perawatan harian. Prosedur itu dimulai dengan pembersihan bagian luar badan kereta melewati ATWP (Automatic Train Washing Plant).

Selanjutnya, dua orang teknisi dengan APD akan menempatkan lampu UV di masing-masing trainset. Kemudian, lampu dihidupkan dengan remote control dari luar. Dalam waktu sekitar 15 menit, kereta akan steril.

Setelah proses itu selesai, teknisi memberikan jeda waktu 40 menit sebelum mereka memasuki trainset untuk mengambil alat. Jeda tersebut bertujuan untuk memaksimalkan efek sterilisasi sinar UV.

“Penggunaan sinar UV ini sangat diperlukan untuk mengontrol penyebaran virus Covid-19 sebagai bentuk dari komitmen LRT Jakarta dalam menjaga kesehatan penumpang dan karyawan,” ungkap Bintang Kemal H, General Manager Corporate Secretary LRT Jakarta, dalam keterangan tertulisnya.

Manajemen LRT Jakarta juga berencana menambah prosedur kesehatan lain yakni penggunaan HEPA (High-efficiency particulate air) filter di sistem ventilasi kereta. Metode ini dipandang mampu mencegah pernyebaran penyakit secara airborne (lewat udara) sekaligus menjaga kualitas udara di dalam kereta.

“Tujuan kami agar LRT Jakarta terus terjamin kualitasnya sebagai transportasi umum yang memenuhi standar kesehatan.”

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar