Yamaha

Wagub DKI Jakarta Soroti Faskes yang Ambil Keuntungan Tes Rapid di Tengah Pandemi

  Jumat, 10 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria / Suara.com

KEMBANGAN, AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti mahalnya rapid test yang mengarah pada mencari keuntungan di tengah pandemi. Ia mengecam keras jika masih ada oknum di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang menaikan harga tinggi untuk rapid test atau pemeriksaan corona lainnya. 

Ia menyatakan sekarang ini bukanlah saatnya mencari banyak keuntungan.

"Jangan ada Rumah sakit yang memberlakukan rapid test, PCR atau apapun namanya dengan harga yang tinggi," tutur Riza di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (10/7/2020).

Politikus Gerindra ini menyatakan saat ini pihak pengelola fasilitas kesehatan harus banyak membantu penanganan corona Covid-19.

"Saatnya kita membantu sesama dengan memberi pelayanan terbaik, cepat dan murah," pungkasnya.

AYO BACA : Pemkot Bogor Bakal Rapid Test Ratusan Keluarga Binaan Lomba P2WKS

Namun demikian, ia mengaku setuju dengan penetapan harga tes cepat corona Covid-19 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. 

"Apa yang menjadi kebijakan untuk disinkronkan, disinergikan. Yang penting bagi kami bahwa rapid test harus murah," jelasnya

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi telah menetapkan batas tarif tertinggi biaya rapid test antibodi yang dilakukan di fasilitas layanan kesehatan.

Direktur Jenderal Pelayanan masyarakat Kemenkes Bambang Wibowo menyatakan bahwa tarif tertinggi rapid test antibodi sebesar Rp 150 ribu.

"Kepada pihak terkait agar menginstruksikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan pemerikaaan rapid test antibodi untuk mengikuti batasan tarif maksimal," kata Bambang melalui surat edaran Kemenkes No. HK.02.02/I/2875/2020 Tentang Batasan tarif Tertinggi Rapid Test Antibodi.

AYO BACA : Kemenkes Tegaskan Biaya Rapid Test Tidak Lebih Rp150 Ribu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar