Yamaha

Secapa AD Diisolasi, Akses Keluar Masuk Hegarmanah Bandung Bakal Diperketat

  Sabtu, 11 Juli 2020   Budi Cahyono
Wali Kota Bandung Oded M Danial (dok)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM-- Selepas Secapa AD ditetapkan sebagai klaster baru penyebaran Covid-19, akses daerah di sekitarnya yakni kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap Kota Bandung akan dibatasi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke area yang lebih luas.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rencana pembatasan wilayah dengan skema Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di wilayah tersebut pada Gugus Tugas Covid-19. Teknis penyelenggaraan masih akan didiskusikan dengan aparat kewilayahan setempat.

"Sudah saya sampaikan ke Pak Sekda sebagai ketua harian (Gugus Tugas Covid-19 Bandung) untuk rapat dengan kewilayahan. Nanti kewilayahan (akan berdiskusi) dengan camat," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).

Ia mengatakan, pelaksanaan PSBM dilakukan hanya untuk melokalisasi wilayah penyebaran Covid-19 agar tidak meluas. Salah satu hal yang akan dilakukan adalah memperketat akses keluar masuk wilayah tersebut.

"PSBM itu untuk melokalisir saja, memastikan tidak terlalu banyak orang keluar-masuk ke situ. Pengaturan keluar-masuk akan diperketat lagi supaya lebih terkontrol, karena kalau tidak nanti akan repot," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga meminta kawasan Hegarmanah untuk mengadopsi PSBM. Hanya penghuni setempat yang dapat memasuki kawasan tersebut.

"Saya sarankan di kawasan itu untuk dilakukan PSBM secara ketat. Jalan-jalan masuk akan ditutup, yang boleh masuk hanya penghuni," ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (10/7/2020).

Ia mengatakan, untuk setidaknya 14 hari ke depan, kegiatan sekunder dan tersier di wilayah tersebut diimbau untuk ditunda. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 terjadi di wilayah yang lebih luas.

"Kegiatan sekunder dan tersier selama 14 hari saya minta ditutup dulu, memastikan tidak ada kebocoran," ungkapnya. Selain itu, ia juga mengatakan pengetesan masif harus segera dilaksanakan di kawasan tersebut.

"Pengetesan di lingkungan sekitar itu wajib, bukan pilihan. Karena pelajaran dari di Sukabumi dulu, tersebar juga di wilayah sekitarnya," ungkapnya. (Nur Khansa)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar