Yamaha

Pesawat Remote Control dari Subang Tembus Pasar Mancanegara

  Sabtu, 11 Juli 2020   Budi Cahyono
Hari Nurdiansyah saat produksi pesawat remot control jenis aeromodelling. (Ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

SUBANG, AYOJAKARTA.COM -- Hari Nurdiansyah (41) warga Kelurahan Soklat, Kabupaten Subang meraup untung jutaan rupiah dari hasil karyanya membuat pesawat remote control jenis aeromodelling.

Hari membuat remote control berawal dari melihat pedagang pesawat gleder yang di lempar, kemudian dirinya merasa terinpirasi untuk mencobanya meski tidak memiliki keahlian lebih dalam bidang membuat pesawat remote control.

"Ketika melihat pedagang itu saya beli satu kemudian saya belajar hingga pada akhirnya ke dunia elektrik", ujar dia, Sabtu (11/7/2020).

Teknik pembuat pesawat aeromodelling diawali dengan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, seperti polyfoam ukuran 5 ml, tripleks ukuran 3 ml, lem lilin, pemotong dan lakban warna untuk pewarnaan pesawat.

Setelah itu, ditentukan terlebih dahulu ukuran pesawat yang akan dibuat melalui sketsa di polyfoam, kemudian di potong dan rangkai dengan lem. Tentukan dulu titik grafitasinya selanjutnya ke bagian finishing.

"Menyelesaikan satu pesawat membutuhkan waktu sekitar satu minggu, karena membutuhkan lebih saat finisingnya," kata Hari.

Beragam jenis pesawat telah diproduksi Hari seperti pesawat C610, Pylon, Boing, Hercules hingga Pipet Cub sejak dirinya menekuni usaha ini sejak 2017 lalu.

Bahkan pesawat remot control jenis aeromodelling hasil karya Hari tidak hanya di wilayah Subang saja, melainkan pemasarannya sudah tembus mancanegara seperti Australia, Afrika Selatan, Nigeria dan Malaysia

"Untuk harga jual tergantung pemesan, jika pemesan hanya membeli rangkanya aja Rp400.000, semi elektrik Rp 850.000, full tanpa remote Rp2,5 Juta dan full set siap terbang di atas Rp4 juta perpesawat," ujar dia. (Dede Nurhasanudin)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar