Yamaha

Untuk Keenam Kalinya, PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 26 Juli

  Senin, 13 Juli 2020   Budi Cahyono
Tiga wilayah di Tangerang Raya kembali memberlakukan PSBB hingga 26 Juli 2020. (dok)

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Tiga wilayah di Tangerang Raya menyepakati memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan hingga 26 Juli 2020.

Perpanjangan masa PSBB ini untuk yang keenam kalinya sejak pertama kali pandemi Covid-19 masuk Indonesia.

Perpanjangan masa PSBB dilakukan atas kesepakatan bersama antara Gubernur Banten dan Wali Kota Tangerang, Wali Kota Tangsel dan Bupati Tangerang dalam rapat jarak jauh yang digelar pada Ahad (12/7) siang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menjelaskan, dalam dua minggu terakhir wilayah Banten menujukkan angka perbaikan. Terbukti kini provinsi Banten sudah berpindah dari zona merah ke zona kuning.

"Ya hasilnya, masih ada angka penularan, tapi tidak sebanyak yang sebelumnya. Makanya Banten menunjukan kemajuan berpindah menjadi zona kuning, dan ada beberapa daerah lainnya yang sudah masuk zona hijau," jelas Arief, Senin (13/7/2020), seperti dikutip Republika.

Sebelumnya, Arief menyebutkan PSBB cukup efektif dalam menekan jumlah pertumbuhan kasus Covid-19 di wilayah Banten khususnya kota Tangerang. Maka dari itu, dengan perpanjangan PSBB kali ini diharapkan wilayah Banten segera memasuki zona hijau.

Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan perpanjangan PSBB ini diputuskan dengan alasan masih menjadi salah satu cara pemerintah melakukan penanganan Covid-19. Dengan begitu, kegiatan sosial masih dibatasi secara maksimal dalam 14 hari mendatang dengan tujuan menekan jumlah kasus secara berkala.

”Jadi, warga yang berdomisili atau tinggal di Kota Tangerang Selatan, wajib mematuhi ketentuan yang sudah dipertimbangkan sangat matang ini,” katanya

Menurutnya perpanjangan PSBB ini juga dilakukan karena kesadaran masyarakat yang masih belum sepenuhnya menyeluruh. PSBB akan memberikan dampak terhadap jumlah kasus Covid-19 ketika kesadaran masyarakat mencapai 90 persen.

Sementara Gubernur Banten Wahidin mengatakan, PSBB kali ini diberlakukan dengan sejumlah pelonggaran pada kegiatan yang memiliki risiko penularan Covid-19 rendah. Untuk kegiatan yang berisiko sedang, agak tinggi dan tinggi akan tetap dibatasi.

Alasan PSBB masih tetap diperpanjang, kata Wahidin, untuk pembiasaan menjalani hidup dengan protokol kesehatan. Walaupun saat ini seluruh wilayah di Provinsi Banten berstatus zona kuning, tapi PSBB belum akan dicabut, khawatir masyarakat lengah dan muncul kasus positif baru.

"Kalau PSBB ini tidak kita lanjutkan saya khawatir. Karena ada tugas kita yang harus kita optimalkan. Jangan sampai kalau kita cabut PSBB akan terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa," kata Wahidin.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar