Yamaha

Liga 1 dan 2 Kembali Bergulir, Gugus Tugas: Masih Berisiko Tinggi

  Rabu, 15 Juli 2020   Budi Cahyono
Doni Monardo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Dok.Ist)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – PSSI berencana menggelar kembali kompetisi Liga1, Liga 2, dan Liga 3 musim 2019/2020 setelah tertangguhkan karena pandemi Covid-19. Untuk Liga 1 dan Liga 2, direncanakan restart kick-off pada Oktober mendatang.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengatakan rencana tersebut masih berisiko tinggi.

Memang Gugus Tugas Penanganan COVID-19 belum memberikan rekomendasi Liga 1 akan berjalan lagi, meski PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah memutuskan Liga 1 akan kembali berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021.

AYO BACA : INAFOC Targetkan Agustus Mulai Renovasi 6 Stadion Venue Piala Dunia U-20

Doni menyebut sejauh ini belum ada tanda-tanda wabah corona akan hilang. Ia berpesan protokol kesehatan yang sangat ketat harus dijalani agar tidak adanya penyebaran

"Kalau seandainya PSSI menyelenggarakan kompetisi, harus dengan catatan seluruh pemain, wasit, atau semua termasuk suporter yang ada di dalam satu area (stadion) itu melaksanakan PCR test dan semua harus negatif hasilnya," kata Doni saat dihubungi awak media via telepon, Selasa (14/7/2020).

"Kalau tidak ada yang positif COVID-19, itu paling tidak pemeriksaan tidak bisa sekali. Sepanjang kegiatan berlangsung berapa hari sekali harus ada swab test, bukan rapid test," jelasnya.

AYO BACA : Piala Dunia U-20: Kota Solo Siapkan 10 Ribu Kamar Hotel

"Setelah negatif, mereka harus isolasi semua. Mereka tidak boleh ketemu orang lain, harus dikarantina. Mereka bisa berkompetisi tanpa penonton. Itu sudah disampaikan ke Menpora (Zainudin Amali), rasanya sulit karena klub mengandalkan penonton untuk dapat pendapatan," tambahnya.

Doni mengaku telah menggelar pertemuan dengan para petinggi olahraga di Indonesia, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ia pun menjelaskan sepakbola menjadi olahraga paling berisiko penyebaran COVID-19. Sebab, ada kontak fisik satu sama lain.

"Sejauh ini kami belum tahu COVID-19 akan berakhir. Belum ada satupun pakar yang menjamin kapan COVID-19 ini akan berakhir. Saya sudah bicara dengan Menpora kaitannya dengan kompetisi dan Ketua KONI (Marciano Norman)," ia menambahkan.

"Salah satu olahraga berisiko antara lain basket, sepak bola, yang pasti ada body contact. Termasuk voli pun walau tidak ada kontak dengan lawan, tapi dengan satu tim bisa terjadi gesekan badan, makanya harus ada perhatian khusus," pungkasnya.

AYO BACA : 3 Tim Liga 1 Menolak Lanjutkan Kompetisi, Ketum PSSI: Semua Kawan Kita

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar