Yamaha

Keluar Masuk Jakarta Tak Perlu SIKM Lagi, Sekarang Pakai Tes CLM, Begini Cara Buatnya

  Rabu, 15 Juli 2020   Eries Adlin
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan pengurusan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) tetapi mengganti dengan pengisian tes CLM atau Corona Likelihood Metric.

Bagi kalian yang ingin mengikuti tes CLM silakan mengakses dengan aplikasi Jaki yang bisa diunduh dari GooglePlay dan AppStore. Laman resmi Pemprov DKI yang terkait dengan pandemi Covid-19, corona.jakarta.go.id, menyebutkan selain melalui aplikasi Jaki, tes CLM bisa diikuti melalui rapidtest-corona.jakarta.go.id.

Apa itu CLM?

Corona Likelihood Metric atau CLM merupakan kalkulator pertama di Indonesia untuk melakukan skrining mandiri yang menggunakan model machine learning dalam mengukur kemungkinan Anda positif Covid-19. Secara teknis, CLM merupakan ML-based clinical decision support system (CDSS).

Sebelum bepergian, Anda wajib mengikuti tes CLM terlebih dahulu dan memiliki hasil yang menyatakan Anda aman bepergian

Mendukung penggunaan tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang efektif dan tepat, maka Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan berbagai pihak menciptakan Corona Likelihood Metric atau CLM.

Dengan teknologi ini, Anda dapat menemukan jawaban dari pertanyaan seperti

"Apakah saya mungkin positif corona?"

"Apakah saya perlu tes?"

"Apa yang sebaiknya sekarang dapat saya lakukan?".

Bagaimana CLM bekerja?

Berikut penjelasan dari  laman  rapidtest-corona.jakarta.go.id:

Proses pembentukan mesin CLM ini dimulai dengan data preprocessing, yaitu dengan membersihkan data yang ada sehingga siap dipelajari oleh model machine learning kami. Kami kemudian membangun beberapa versi model machine learning dengan 80% dari data yang ada. Performa model-model tersebut kami uji dengan menggunakan beberapa kriteria, yaitu akurasi, presisi, dan sensitivitas dengan menggunakan 20% data pengujian (testing data).

Model dengan performa terbaik selanjutnya dievaluasi untuk mesin CLM ini, yang kemudian dapat digunakan masyarakat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai persentase kemungkinan positif Covid-19.

Sebagai catatan, mesin ini terus kami pantau dan update dengan menggunakan data terbaru yang kami dapat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar