Yamaha

Panduan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Hari Raya Iduladha Kota bogor

  Rabu, 15 Juli 2020   Husnul Khatimah
ilustrasi penanganan daging kurban/ dok Kementan

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan penyelenggaraan Salat Id, Penjualan, dan Pemotongan Hewan Kurban selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta menuturkan, dasar surat edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non alam Penyebaran Covid-19.

“Tentunya kami mengimbau kepada semua masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di masa AKB (adaptasi kebiasaan baru) ini. Kami sama sekali tidak melarang, hal ini dilakukan agar kita bisa tetap aman, tertib dan bisa menjalankan tuntunan agama Islam dengan mempertimbangkan peningkatan penularan infeksi Covid-19,” ujar Alma, Rabu (15/7/2020).

Untuk penyelenggaraan Salat Id dibolehkan untuk dilakukan di lapangan, masjid, ruangan dengan syarat pengawasan ketat dari pengawas penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 sebagai berikut :

a. Kebersihan tempat penyelenggaraan Salat Id dengan menggunakan
desinfektan;
b. Jamaah sehat dan wajib memakai masker;
C. Menyediakan fasilitas cuci tangan, air mengalir dan hand sanitizer di jalur
masuk dan keluar
d. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah ;
e. Tidak mewadahi sumbangan/ sedekah jamaah berupa menjalankan kotak;
f. Membawa sajadah masing-masing
g. Tidak berjabat tangan dan berpelukan;
h. Menerapkan jaga jarak antara sesama jamaah minimal 1 meter;
i. Mempersingkat pelaksanaan Salat Id dan khutbah;
j. Tidak mengajak anak di bawah 5 tahun dan lanjut usia dengan sakit bawaan resiko tinggi.

“Pada intinya kita mendung apa yang tertuang di dalam surat edaran tersebut. Kami menghimbau kepada masyarakat, terutama penyelenggara Iduladha dan Kurban harus menaati, pokoknya harus betul-betul ditaati agar kita bisa terhindar dari Covid-19 dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kesejahteraan Masyarakat (Adkesra) Setda Kota Bogor, Iman.

Sementara itu, untuk penyelenggaraan di tempat penjualan hewan kurban menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 sebagai berikut :

1. Penjual hewan kurban wajib melapor dan berkoordinasi dengan Camat dan
Lurah setempat untuk penerapan protokol pencegahan Covid-19 di lokasi.
2. Penjualan hewan kurban dilarang menggunakan badan jalan, trotoar, taman kota, dan di atas saluran air.
3. Penjual hewan harus menyediakan hewan yang memenuhi syarat secara Syariah (cukup tımur, sehat, dan tidak cacat).
4. Penjual hewan disarankan tidak memasukkan hewan dari daerah yang
sedang tertular penyakit hewan menular zoonosis.
5. Meningkatkan kebersihan kandang serta lingkungan dan memiliki tempat pengolah limbah.
6. Melakukan tindakan karantina di kandang khusus bagi ternak yang baru
didatangkan dari luar Kota Bogor selama lebih kurang 2 minggu.
7. Hewan kurban dari luar Kota Bogor harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan melaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
8. Melaporkan segera apabila ada gejala sakit yang mengarah kepada penyakit
hewan menular zoonosis (Antraks) kepada petugas DKPP.
9. Kendaraan angkut hewan disemprot desinfektan pada saat masuk dan keluar
lokasi penjualan.
10. Pembelian hewan kurban disarankan melaltıi penjualan online atan dikoordinir oleh Panitia Kurban atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
11. Penanganan hewan di tempat penjualan harus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (cukup makan, cukup minum, terlindung, dan merasa aman/tidak stres).
12. Pada tempat penjualan hewan kurban menerapkan personal hygiene dan plıysical distancing, menyediakan thermo gun, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan hand sanitizer.
13. Penjual dan pekerja wajib memakai masker dan face shield, adapun pembeli hewan kurban diwajibkan menggunakan masker.

Penyelenggaraan di tempat penyembelihan hewan kurban menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 sebagai berikut :

AYO BACA : Sebaran Pekurban Tidak Merata Cerminkan Kesenjangan Pendapatan Masyarakat

1. Penyembelihan hewan kurban disarankan bergantian dengan memanfaatkan 4 hari Tasyrik.
2. Tempat penyembelihan hewan kurban disemprot desinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan kurban.
3. Pada tempat penyembelihan hewan kurban menerapkan personal hygiene dan plıysical distancing, menyediakan thermo gun, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hand sanitizer, tempat untuk membuang limbah (Septik tank atau dikubur) dan tidak membuang limbah ke aliran sungai.

Petugas Pemotong Hewan Kurban :

1. Dalam kondisi sehat.
2. Jumlah petugas di lokasi dibatasi sesuai dengan luasan area pemotongan hewan kurban.
3. Diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, masker, face shield, dan sarung tangan, serta panitia  menyediakan deterjen untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah selesai proses pemotongan.
4. Dianjurkan untuk membawa peralatan pemotongan masing-masing (tidak saling meminjamkan alat).
5. Melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan.
6. Pada saat menangani daging atau jeroan tidak saling berhadapan dan tidak merokok.
7. Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi, ganti baju, dan merendam baju dalam ember yang berisi detergen.
Pekurban disarankan tidak menghadiri pemotongan dan panitia memberikan layanan menyaksikan secara online adapun haknya diantarkan langsung oleh petugas. Jika hadir menyaksikan diberi tanda batas tempat berdiri dan menggunakan masker.

Selain petugas pemotong hewan kurban dan pekurban, tidak diperbolehkan ikut menyaksikan proses pemotongan. Pemasangan spanduk larangan bagi yang tidak berkepentingan hadir di lokasi pemotongan dan ada petugas yang menanganinya.

Saat penyembelihan sampai dengan distribusi daging diusahakan berlangsung paling lama 8 jam, semakin singkat waktu proses kurban maka akan semakin kecil resiko terjadinya penularan Covid-19.

Panduan Protokol Kesehatan pada saat Distribusi Daging Kurban:

1. Untuk menghindari kerumunan, Petugas/RT/Ketua Komplek mengantar daging kurban ke rumah-rumah warga yang berhak menerima.
2. Potongan daging dikemas dalam besek atau wadah yang bersih serta terpisah dari jeroan, dianjurkan menggunakan kantong atau wadah yang ramah lingkungan.
3. Penanganan daging, jeroan, dan pendistribusiannya harus selesai dalam waktu 4 jam setelah proses penyembelihan.
4. Jika lebih dari 4 jam, maka daging dan jeroan harus disimpan dalam kondisi dingin (0-4 derajat celcius) atau dibekukan (-18 derajat celcius).

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : HARI RAYA IDULADHA: Ini Alasan 'Fatwa' Muhammadiyah Sarankan Sedekah Ketimbang Kurban

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar