Yamaha

Tidak Ada Ampun Bagi Pelangar Protokol Kesehatan di DKI Jakarta

  Jumat, 17 Juli 2020   Fitria Rahmawati
sebagai ilustrasi. Satpol PP memberikan sanksi sosial kepada pelanggar PSBB/ instagram

MAKASAR, AYOJAKARTA.COM - Tidak ada ampun bagi pelanggar protokol kesehatan di DKI Jakarta. Siap-siap disanksi sosial hingga denda Rp250 ribu!

Kepala Satpol PP Kelurahan Pinang Ranti, Erwin, baru saja memberikan sanksi kepada 12 pelanggar protokol kesehatan di Terminal Pinang Ranti dan Jl Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Sanksi tegas diberikan agar membuat warga jera. Pasalnya, virus corona di DKI Jakarta yang tak kunjung reda membuat Pemprov memperpanjang status PSBB Transisi Fase I hingga 30 Juli ini.

Dari hasil operasi pelanggar PSBB, 12 warga yang kedapatan tidak menggunakan masker langsung didata dan dikenai sanksi kerja sosial dan denda administrasi. Saat melakukan pengawasan di check point Jalan Raya Pondok Gede dan Terminal Pinang Ranti, pengendara dan warga yang tidak menggunakan masker juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Sembilan orang disanksi menyapu jalan dan tiga lainnya dikenakan denda administrasi masing-masing sebesar Rp 250 ribu," ujar Erwin, Jumat (17/7/2020).

Aparat mengerahkan 25 personel gabungan terdiri dari Satpol PP, Sudin Perhubungan, pengelola terminal, dan TNI/Polri. 

AYO BACA : Komisi IX DPR Apresiasi Kebijakan Anies Soal Penundaan Pembukaan Bioskop

"Pengawasannya berjalan lancar dan tertib. Kami berharap masyarakat semakin patuh dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," terangnya.

Hal yang sama dilakukan petugas di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Pada Kamis (16/7/2020) malam, sebanyak 120 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan ini. Pengawasan yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin itu menyasar pasar tradisional di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur.

Arifin mengatakan, dalam kegiatan tersebut petugas menindak individu yang tidak mematuhi protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sebanyak 77 orang dikenakan sanksi karena kedapatan melanggar protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Kegiatan pengawasan ini menyasar pasar tradisional di wilayah Kramat Jati. 64 orang dikenakan sanksi sosial, dan 13 orang dikenakan sanksi denda administratif dengan total terkumpul sebesar Rp 3 Juta," ujar Arifin. Arifin mengungkapkan, warga perlu disadarkan karena jumlah kasus Covid-19 semakin bertambah di masa PSBB Transisi ini.
 
Selain itu, petugas Satpol PP DKI Jakarta juga mensiagakan 600 personel di pasar-pasar tradisional, pelabuhan, dan Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan mengawasi aktivitas masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Pelanggar akan diminta kerja sosial, membersihkan fasilitas umum kalau perlu diberikan selama satu jam. Kenakan juga denda secara maksimal pada setiap pelanggaran. Ketegasan pemberian sanksi dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan," tegas Arifin.

AYO BACA : Transisi CLM, SIKM Masih Berlaku di Terminal Kampung Rambutan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar