Yamaha

BPTJ Sediakan 125 Bus Gratis Menuju DKI

  Sabtu, 18 Juli 2020   Fitria Rahmawati
jadwal bus gratis dari BPTJ menuju Jakarta/ instagram: @bptjkemenhub

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 125 bus gratis menuju DKI Jakarta akan kembali disediakan untuk mengurangi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun kereta dengan tujuan arah Jakarta. Hal itu dikemukakan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti.

Polana mengatakan, Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus sebagai sarana alternatif menggunakan sarana transportasi umum selain kereta rel listrik (KRL).

Tidak hanya stasiun Bogor, kata Polana, pada Senin (20/07/2020) layanan bus gratis juga akan disiapkan melalui Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Citayam dengan tujuan di antaranya, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Dukuh Atas atau Sudirman, dan Stasiun Tebet.

AYO BACA : 20 Bus Gratis Menuju Jakarta Dikerahkan untuk Hindari Penumpukan Penumpang di Stasiun Cikarang

Adapun rincinya, sebanyak 80 bus yang terdiri atas 30 bus sedang dan 50 bus besar akan disiapkan sebagai angkutan alternatif untuk keberangkatan dari Stasiun Bogor. Kemudian, di Stasiun Cilebut akan disediakan sebanyak tujuh bus sedang dengan titik keberangkatan bus di Perumahan Pesona Cilebut. 

Selanjutnya, Stasiun Bojong Gede sebanyak delapan bus sedang dengan titik keberangkatan di Terminal Angkot Bojong Gede. Sedangkan, untuk keberangkatan dari Stasiun Citayam akan disiapkan lima bus sedang dengan tujuan Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai dan Stasiun Juanda.

Selain itu, terdapat 10 unit bus besar yang akan disiapkan di Botani Square, Kota Bogor dengan tujuan Stasiun Sudirman atau Dukuh Atas dan Stasiun Juanda. Sementara, bagi calon pengguna KRL dari Bekasi yang akan memanfaatkan layanan angkutan alternatif, akan disediakan sebanyak 15 unit bus besar di Stasiun Cikarang, dengan tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Dukuh Atas atau Sudirman.

AYO BACA : Soal Kepadatan Penumpang KRL, Bima Arya: Bus Gratis Ini Bukan Solusi Permanen

Meski armada bus gratis dikerahkan, Polana menilai, tak berarti antrean calon pengguna KRL di stasiun akan dapat hilang.

“Tetap akan ada potensi terjadinya antrean di stasiun,” kata Polana melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Bogor, Sabtu (18/7/2020).

Antrean di stasiun, menurut Polana, dikarenakan adanya penerapan protokol kesehatan yang harus dilalui dengan memenuhi prosedur yang telah ditetapkan. Terlebih, jumlah kapasitas gerbong KRL juga dibatasi.

“Adanya ketentuan penegakan protokol kesehatan seperti dilakukannya pengukuran suhu tubuh dan adanya keharusan menjaga jarak baik sebelum maupun selama berada di dalam stasiun, secara otomatis akan mengakibatkan terjadinya antrean,” ungkap Polana.

Meskipun demikian, Polana mengatakan, ketentuan itu tetap harus dijalankan dengan baik di tengah pandemi Covid-19. Dengan kondisi yang berbeda dibanding normal, Polana berharap masyarakat dapat memahami jika memang terjadi antrean.

“Yang kita usahakan bersama saat ini adalah bagaimana proses antrean dapat berjalan dengan secepatnya,” ujarnya.

AYO BACA : BPTJ Soroti Masih Banyak Masyarakat Sepelekan Protokol Kesehatan di Transportasi Umum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar