Yamaha

KULINER JAKARTA: Soto Mangkuto, Soto Padang Terenak Se-Asia Pasifik

  Minggu, 19 Juli 2020   Eries Adlin
Soto Padang Sutan Mangkuto/ayojakarta.com

 

PASAR BARU, AYOJAKARTA.COMSOTO Padang memang tidak seternama kuliner saudara sekampungnya, sate Padang, yang sudah melegenda. Di Jakarta tidak terlalu banyak rumah makan yang menyajikan makanan berkuah ini. Bahkan di restoran Padang sekalipun.

Bagi penikmat soto Padang, satu nama yang paling terkenal di Jakarta dan dipandang memiliki cita rasa yang maknyus adalah soto Padang Sutan (St) Mangkuto. Biasa disingkat soto Mangkuto.  Satu gerainya di bilangan Pintu Air, Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan satu lagi di jalan Ahmad Dahlan, Kebayoran, Jakarta Selatan. Dulu sempat mereka membuka gerai di Kelapa Gading, namun tidak berumur panjang.

Rinduwati yang rajin menikmati soto Mangkuto bersama keluarganya mengaku tidak pernah berhasil membuat kuliner itu yang mendekati rasa dari racikan keluarga St Mangkuto itu. Memang, kalau kalian nikmatin, ada sensasi yang berbeda antara soto Padang versi keluarga Mangkuto dengan soto Padang versi rumah makan Minang, misalnya Restoran Sederhana.

“Mertua saya yang orang Minang tulen aja gak bisa. Sepertinya, ada rempah-rempah atau bumbu rahasia yang hanya diketahui keluarga St Mangkuto,” ungkap Rinduwati kepada ayojakarta.

Perkenalan Rindu dengan Soto Mangkuto, ya memang, dari keluarga besar suaminya. “Suami sudah menikmati Soto Mangkuto sejak awal 1980-an. Diajak Papi-nya. Ketika itu, soto Mangkuto generasi pertama masih berjualan dengan gerobak, persis di pintu gerbang kalau kita mau masuk menuju Jl. Pintu Air Raya.”

Menurut cerita Uni (panggilan dalam bahasa Minang yang berarti kakak) pengelola soto Mangkuto, sejak sebelum kemerdekaan, keluarga besar St Mangkuto sudah menjajakan kuliner itu di Kota Padang. Baru sekitar tahun 1966-an mereka hijrah ke Jakarta.

Sekarang, sudah jauh berubah. Rumah makan soto Mangkuto di Pintu Air misalnya bisa menampung lebih dari 50 pelanggan sekaligus. Yang di Jl. Ahmad Dahlan lebih besar lagi, bisa menampung sekitar 100 orang. Sekarang, generasi ketiga dari keluarga St Mangkuto sudah ikutan mengurus rumah makan itu.

Penggemar fanatik Soto Mangkuto tidak terbatas dari urang awak. Sebagai seorang Jawa tulen, Rinduwati mengaku bisa menikmati kuliner tanah Minang tersebut. “Cita rasanya masuk untuk lidah banyak orang. Dari cerita suami, dia sering mengajak temen-temennya yang berasal dari Indonesia timur. Dan mereka pasti nambah kalau makan.”

Hampir bisa dipastikan, kalau kaum Adam yang menikmati kuliner ini akan nambah. Porsinya boleh dibilang kecil. Ditambah lagi, nasinya sedikit untuk ukuran lambung lelaki. Kalau tidak tambah soto, ya nambah nasi putih.

Sama seperti soto Padang umumnya, nasi putih itu dilengkapi dengan kerupuk merah. Berbeda dengan makanan berkuah dari daaerah lain, nasi itu tidak dibubuhi bawang goreng. Justru bawang gorengnya ditaburkan langsung ke soto bersama dengan irisan daun seledri.

Yang khas dari soto Mangkuto adalah irisan daging sapi kecil-kecil yang renyah bahkan cenderung garing tetapi tetap empuk. Kenapa bisa begitu? Dalam proses pembuatannya, daging tersebut direbus dulu dalam waktu sekitar 2 jam, setelah itu baru digoreng. Dagingnya pun khusus yakni dari bagian punggung sapi karena itu di situlah daging yang empuk.

Dan, tentu, kuah soto berupa kaldu dengan racikan rempah-rempah yang kuat sekali rasanya. Selain daging, di ‘bagian dalam’ soto ada perkedel dan sohun. Sambel, dibuat terpisah. Bentuknya padat, bukan cair.

Hmmm, ada sih satu lagi yang suka diingat banyak orang setelah selesai menikmati Soto Mangkuto. “Harganya itu lho, mehong (mahal),” kata Hiromi, perempuan berdarah Jepang kepada ayojakarta.

Untuk ukuran makanan sejenis, apalagi dengan porsi yang kecil, Soto Mangkuto terbilang tinggi. Ayojakarta yang menikmati soto Mangkuto baru-baru ini, pada masa pandemi Covid-19 Juli 2020, harus membayar Rp40 ribu untuk satu porsi soto, Rp8 ribu untuk sepiring nasi putih, dan Rp4 ribu untuk air teh tawar.

“Wajar juga sih mahal. Ini Soto Padang paling enak se-Asia Pasifik,” tutur Rinduwati mengutip selorohan suaminya.

Soto Padang H. St. Mangkuto

  • Jl. Pintu Air Raya No. 26,  Pasar Baru - Jakarta Pusat  Telp: 021-3857357 Jam Buka: 08.00 - 21.00
  • Jl. Raya K.H Ahmad Dahlan No. 22B Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp: 021-72789924
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar