Yamaha

Soal Denda Masker Rp250 Ribu, Warga Kabupaten Bekasi: Kemahalan!

  Minggu, 19 Juli 2020   Firda Puri Agustine
[Ilustrasi] Denda masker Rp250 ribu dinilai warga Kabupaten Bekasi terlalu mahal. (dok)

CIKARANG PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah warga Kabupaten Bekasi menilai aturan denda tidak menggunakan masker sebesar Rp250 ribu terlalu tinggi. 

Salah satu warga Cikarang Utara, Dian mengaku setuju dengan adanya aturan tersebut. Namun, nilai nominalnya diharapkan bisa menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Terlebih, pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat tertekan. 

"Kalau bisa jangan Rp250 ribu. Menurut aku kemahalan ya. Ya kalau boleh dendanya Rp50 ribu atau Rp100 ribu aja," kata Dian kepada Ayobekasi.net, Minggu (19/7/2020).

Alasan lain untuk menurunkan nilai denda, lanjut dia, karena tidak semua orang mampu membeli masker. Terutama oleh mereka yang secara ekonomi kekurangan.

"Istilahnya untuk makan aja susah, gimana beli masker? Ya mungkin buat kita masker seharga Rp5.000 gampang dibeli, tapi belum tentu buat mereka yang nganggep Rp5.000 berharga banget," ujarnya. 

Hal senada diungkapkan Ratih, warga Cibitung yang berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi mau mengkaji besaran denda pelanggaran tidak memakai masker. Namun, di lain sisi ia pun sangat setuju dengan aturan tersebut.

"Soal aturannya setuju banget. Tapi, angka dendanya ya turunin-lah atau denda bertahap," katanya.

"Jadi misalnya sekali enggak pakai denda Rp50 ribu. Terus dua kali enggak pakai naik (dendanya) jadi Rp100 ribu. Tiga kali masih bandel baru makin naik lagi dendanya," lanjut Ratih. 

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih mengkaji petunjuk pelaksanaan dan teknis penerapan denda.

"Sekarang masih dikaji, tapi kita masih mengacu pada Peraturan Bupati Bekasi Nomor 48," kata dr Alamsyah.

Seperti diketahui, Pemkab Bekasi mengeluarkan Peraturan Bupati Bekasi Nomor 48 soal denda tidak menggunakan masker maksimal hingga Rp250 ribu, yang rencananya dimulai pada 27 Juli 2020.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar