Yamaha

Langgar PSBB, Pemprov DKI Segel 28 Panti Pijat hingga Diskotek

  Selasa, 21 Juli 2020   Budi Cahyono
Diskotek disegel. (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Pemprov DKI Jakarta bersikap tegas terhadap pengelola hiburan malam selama permbelakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui Satpol PP DKI Jakarta, hingga kini sudah ada 28 usaha tempat hiburan malam disegel karena inilai melanggar aturan PSBB.

AYO BACA : Demo ke Balai Kota Jakarta, Ini Curhatan LC Karaoke ke Anies

Kepala Satpol PP DKI Arifin mengatakan 28 hiburan malam itu terdiri dari diskotek, karaoke, griya pijat, dan lainnya. Seluruh tempat ini sampai sekarang masih dilarang dibuka sesuai aturan PSBB karena rawan penularan virus corona Covid-19.

"Terkait penindakan tempat hiburan, kami lakukan penindakan yaitu sebanyak 28 yang disegel," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2020).

AYO BACA : Balai Kota Diserbu Terapis Pijat dan Pekerja Karaoke

Arifin juga menyatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi denda pada 17 tempat dan teguran tertulis pada 8 lokasi lain. Total denda yang terkumpul mencapai Rp 156 juta.

"Maksimal untuk tempat hiburan denda Rp25 juta. sehingga, yang telah dibayarkan sebesar Rp156.500.000 yang sudah dibayarkan terkait pelanggaran di industri pariwisata," jelasnya.

Dalam melakukan penindakan, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf). Ia juga kerap mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pelanggaran tempat hiburan selama masa PSBB ini.

"Ada surat-surat informasi dari Disparekraf kita tindaklanjuti, tanpa ada surat pun kita tindaklanjuti apabila memang ada informasi, laporan, pengaduan dari masyarakat, termasuk dari pengawasan langsung dari Satpol PP," pungkasnya.

AYO BACA : DKI Perpanjang Masa Tutup Klab Malam, Spa, Hingga Bioskop

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar