Yamaha

Wajah Baru Stasiun Senen, Gimana Menurut Kalian? Ini Sejarahnya (1)

  Rabu, 22 Juli 2020   Eries Adlin
Stasiun Pasar Senen setelah direvitalisasi/kai.id

 

TEBET, AYOJAKARTA.COMREVITALISASI Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, telah rampung. Peremajaan stasiun tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT MRT Jakarta.

“Kini, Stasiun Pasar Senen telah selesai direvitalisasi, hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, PT KAI, dan PT MRT Jakarta. Bagaimana menurutmu wajah baru Stasiun Pasar Senen?⁣ https://instagram.com/p/CC5mD9oA4nD/ #JakartaSmartCity #KotaKolaborasi #JakLingko.” Demikian kicauan dari  akun Twitter resmi Pemprov DKI, @DKIJakarta, Rabu (22 Juli 2020).

Hal yang sama dirilis oleh akun Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta.

Udah tahu belum? Ada yang baru dari Stasiun Pasar Senen!

Kini, Stasiun Pasar Senen punya wajah baru, lho! Stasiun ini telah selesai direvitalisasi, hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, PT KAI, dan PT MRT Jakarta.

AYO BACA : KISAH ANAK PANCONG: Sang Pentolan & Kiai

Tak hanya nyaman bagi para anak kereta, para pengguna Transjakarta dan transportasi lain di sekitarnya pun bisa mendapatkan manfaat dari stasiun yang berdiri sejak sebelum kemerdekaan ini.

Bagaimana menurutmu dengan tampilan baru Stasiun Pasar Senen? Tulis di kolom komentar!

#JakartaSmartCity #KotaKolaborasi #ModaIntegrasiTransportasiJabodetabek #JakLingko #JagaJakarta. Sumber: @jsclounge.”

Laman resmi resmi PT KAI juga memajang cerita tentang wajah baru stasiun bersejarah di  DKI tersebut. Stasiun Pasar Senen yang berdiri sejak 1887 ini telah diresmikan menjadi stasiun terpadu pada 17 Juni 2020 oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan wakilnya Kartika Wirjoatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“KAI berkomitmen untuk secara konsisten merawat stasiun-stasiun kereta api untuk kenyamanan pelanggan saat akan menggunakan kereta api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Sebagai stasiun yang terdaftar sebagai bangunan cagar budaya, KAI tetap menjaga keaslian bangunan yang merupakan salah satu bagian dari sejarah perkeretaapian di Indonesia.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

Berikut ini sejarah stasiun kereta api Pasar Senen seperti dilansir kai.id:

Stasiun Pasar Senen pertama kali diresmikan pada 31 Maret 1887 oleh perusahaan kereta api swasta Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS). Peresmian ini bersamaan dengan dibukanya jalur Batavia (Jakarta) - Bekasi. Kemudian pada 1898, kepemilikan Stasiun Pasar Senen beralih menjadi milik perusahaan kereta api negara, Staatssporwegen (SS) setelah seluruh lintas BOS dibeli oleh SS.

Pada awal didirikan, bangunan Stasiun Pasar Senen bergaya Indische Empire dengan kanopi besi setengah yang menaungi dua jalur rel di bawahnya. Sejak tahun 1913, Stasiun Pasar Senen dan stasiun-stasiun besar di Jakarta mulai direnovasi besar-besaran.

Bangunan utama stasiun dibongkar total dan dibangun bangunan baru yang diresmikan pada tanggal 19 Maret 1925. Bagian peronnya pun dilengkapi dengan terowongan bawah tanah untuk penyeberangan ke peron lainnya. Terowongan ini merupakan terowongan penyeberangan pertama di stasiun yang dibangun di Indonesia.

Koran Javabode (koran di masa kolonial) menggambarkan Stasiun Pasar Senen yang baru sebagai stasiun yang indah, rapi, dan kokoh dengan terowongan penyeberangan seakan seperti di Stasiun Amsterdam atau Haarlem. Stasiun ini selain melayani pelanggan kereta api lokal (terutama kereta rel listrik) juga melayani pemberangkatkan kereta api jarak jauh.

Stasiun yang terletak di Jalan Pasar Senen No. 14, Kecamatan Senen ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19930329.02.000810 berdasarkan SK Menbudpar No: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 475 Tahun 1993.

Yuk Lanjut:

Wajah Baru Stasiun Senen, Gimana Menurut Kalian? Ini Sejarahnya (2)

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar