Yamaha

Dubes Rusia Protes, Wartawannya Dipersekusi Polisi AS saat Bertugas

  Kamis, 23 Juli 2020   Khoirur Rozi
Dubes Rusia protes ke Deplu AS terkait persekusi wartawan Rusia oleh polisi Kota Portland. (dok)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Kedutaan Besar Rusia untuk Amerika Serikat melayangkan protes keras kepada Departemen Luar Negeri AS atas tindak kekerasan terhadap wartawan Rusia.

Diketahui, wartawan Channel One Rusia dipersekusi oleh anggota polisi di Kota Portland pada 22 Juli 2020 dini hari waktu setempat.

Duta Besar Rusia, Anatoly Antonov mengatakan, wartawan tersebut telah menunjukkan identitas kepada polisi saat bertugas. Namun menurutnya pihak kepolisiam malah memeperlakukan warga negara Rusia itu sewenang-wenang.

"Koresponden Yulia Olkhovskaya dan juru kamera Vyacheslav Arkhipov secara tidak adil diperlakukan oleh polisi setempat. Mereka menunjukkan kartu pers dan tidak memberikan perlawanan," kata Antonov dilansir dari Tass, Kamis (23/7/2020).

Atas kejadian itu Antonov bersurat kepada Departemen Luar Negeri AS menuntut penjelasan. Dirinya juga meminta otoritas AS agar menyelidiki tindak kekerasan yang menimpa wartawan Rusia itu.

"Sebuah catatan protes telah dikirim ke Departemen Luar Negeri atas fakta keterlaluan ini. Kami menuntut penyelidikan menyeluruh harus dilakukan dan kami harus diberitahu tentang hasilnya," ungkapnya.

Lebih lanjut Antonov menuturkan, selama demo besar-besaran atas kasus rasial di AS, terdapat 500 insiden yang menimpa pekerja media. Menurutnya angka kasus itu sangat mengkhawatirkan bagi profesi jurnalis.

"Tahun ini, Amerika Serikat jelas akan menduduki peringkat teratas dunia dalam nominasi ini (kekerasan). Saya ingin menunjukkan bahwa jurnalis kita tidak diberikan solidaritas atau dukungan moral oleh pekerja media lokal," katanya.

Selain itu, Antonov juga meminta kepada para pegiat HAM di AS agar memperhatikan kasus kekerasan terhadap para jurnalis.

"Saya harap insiden tersebut dipertimbangkan oleh organisasi hak asasi manusia yang memantau pelanggaran terhadapĀ  hak-hak pekerja media di Amerika Serikat," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar