Yamaha

GDSC, Kesempatan Kedua untuk Anjing Terlantar

  Kamis, 23 Juli 2020   Budi Cahyono
Aditya (dua dari kanan) dan Karin (paling kanan) bersama rekan-rekan GDSC dan anjing-anjing yang mereka selamatkan di tempat penampungan GDSC. (Foto: Dokumentasi GDSC)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Belakangan ini rasanya banyak kasus kekerasan yang dilakukan oleh manusia terhadap hewan-hewan di sekitarnya. Padahal mereka juga memiliki hak hidup yang sama seperti manusia.

Hal inilah yang dijunjung oleh Give Dogs Second Chance (GDSC), salah satu shelter anjing yang terdapat di Kota Bandung.

“Berdiri bulan Mei 2017. Awalnya berdiri karena kita tergerak untuk melakukan sesuatu. Ngga hanya lihat postingan terus kasihan,” tutur Aditya, inisiator shelter ini.

Adit mengaku tak bisa diam saja melihat banyaknya kasus kekerasan terhadap anjing. Dewasa ini, menurutnya, kekerasan terhadap hewan terutama anjing semakin marak.

Keputusan Adit untuk terjun ke dalam bidang penyelamatan anjing terlantar dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap perlakuan manusia kepada hewan saat ini.

Adit melihat bahwa sekarang banyak sekali orang yang melakukan kekerasan pada hewan kemudian direkam dan disebarluaskan.

GDSC awalnya dikelola dan didirikan oleh sekitar 5-6 orang ini akhirnya muncul ke permukaan sebagai tempat penampungan anjing-anjing terlantar di Kota Bandung.

Tak hanya sebagai tempat penampungan, Adit juga menyebutkan bahwa ia dan GDSC mencoba memberikan edukasi pada orang-orang bahwa seharusnya manusia bisa hidup berdampingan dengan alam semesta.

“Kami mencoba mengedukasi orang-orang untuk lebih sadar bahwa kita sebagai manusia dengan derajat paling tinggi, diciptakan paling mulia, harusnya bisa hidup berdampingan dengan alam semesta,” ujar Adit.

Karin, rekan Adit yang merupakan relawan di GDSC menambahkan, mereka tidak sembarangan mengambil anjing untuk dirawat di tempat penampungan mereka. Semuanya bergantung pada urgensi dari kondisi anjing itu. Jika anjing yang ditemukan dalam keadaan sehat, maka tidak akan dibawa ke shelter.

“Kalau ditanya anjing-anjing ini darimana, pertama dari laporan orang-orang. Kedua, dari para pemiliknya. Ketiga, anjing-anjing yang berhasil melarikan diri dari lapo,” jelas Adit.

Anjing-anjing yang dibawa ke shelter memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sakit, ada juga yang mengalami trauma.

Adit bercerita, pernah GDSC menyelamatkan seekor anjing dari tempat pemotongan anjing. Anjing tersebut mengalami trauma berat dan ketakutan terhadap tali.

"Karena sebenarnya anjing juga sama seperti manusia. Punya perasaan,” ungkap Adit.

 Untuk memulihkan kondisi anjing-anjing yang ada di shelter, relawan dan pengurus GDSC harus melakukan pendekatan kembali kepada anjing-anjing itu.

Anjing-anjing di tempat penampungan akan perlahan-lahan diberikan penanaman bahwa tidak semua manusia sama. Bahwa mereka akan aman di tempat penampungan, tidak lagi mendapat siksaan maupun kesakitan. (Putri Shaina)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar