Yamaha

Harga Minyak Dunia Menguat Tipis

  Senin, 27 Juli 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Harga minyak dunia (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Harga minyak dunia menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Meski demikian penguatan harga tipis didukung oleh data perekonomian Eropa. 

Sebagaimana dilasir CNBC pada Senin (27/7/2020) minyak Brent naik 3 sen ke harga 43,34 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak WTI naik 22 sen ke level 41,29 dolar AS per barel. Harga minyak tersebut terbatas seiring ketegangan antara AS dan Tingkok yang meningkat.

AYO BACA : Harga Emas Pegadaian 26 Juli

Sebelumnya, Tiongkok memerintah AS tutup konsulatnya di kota Chengdu. Tindakan itu sebagai balasan terhadap USA yang telah menutup konsulat Tingkok di Houston. Ketegangan baru AS dan Tiongkok sebagai konsumen minyak terbesar dunia memicu kekhawatiran tentang demand minyak yang sudah menghadapi tantangan termasuk meningkatnya kasus corona di AS.

Pandemi yang bangkit kembali telah menggelapkan prospek ekonomi AS. Beberapa negara telah menerapkan kembali kebijakan pembatasan karantina sehingga diperkirakan mengurangi konsumsi bahan bakar.

AYO BACA : bank bjb Gandeng Dewan Masjid Kucurkan Kredit UMKM

Selain itu, jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran mencapai 1,416 juta per pekan lalu.

Angka ini secara tak terduga naik untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir. Harga minyak berpotensi terkoreksi jangka pendek jika pemulihan permintaan BBM melambat terus terutama di USA, kata Tim Analis Barclays Commodities Research. Namun Barclays memperkirakan surplus minyak tahun 2020 turun jadi rata-rata 2,5 juta barel per hari dari estimasi sebelumnya 3,5 juta barel per hari. Data Baker Hughes Co menunjukkan di AS, jumlah rig turun ke level terendah sepanjang masa hingga sebanyak 251 per 24 Juli.

 Hitungan rig merupakan indikator awal output di masa depan. Penguatan harga minyak seiring data aktivitas bisnis zona Eropa tumbuh di periode Juli untuk pertama kali sejak pandemi corona.

Aktivitas ini terlihat pada indeks PMI yang bergerak naik tipis. Indeks PMI dipandang sebagai indikator yang baik untuk kesehatan ekonomi zona Eropa tersebut.

AYO BACA : Ridwan Kamil Janjikan 60.000 Lowongan Kerja Segera Hadir di Jabar, Bagaimana dengan DKI?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar