Yamaha

Daftar Perkantoran di Jakarta Yang Jadi Klaster Covid-19

  Selasa, 28 Juli 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/shutterstock

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Perkantoran di DKI Jakarta kini menjadi klaster penyebaran virus corona. Ratusan orang disebut-sebut positif Covid-19. Jumlahnya sebanyak 440 orang dari 68 perkantoran di Ibu Kota.

Laporan Liputan6.com menyebutkan sudah ada konfirmasi dari pejabat Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait dengan informasi yang beredar tentang klaster perkantoran di Jakarta.

“Iya benar, itu menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Dwi Oktavia saat dihubungi Liputan6.com, Senin (27 Juli 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Sementara itu, suara.com dan beberapa media online menyebutkan instansi baik pemerintah maupun swasta yang menjadi klister Covid-19 sebanyak 59 perkantoran dengan 375 kasus. Suara.com juga mengkonfirmasi daftar tersebut kepada Dwi Oktavia.

“Ya (data itu benar). Agar menjadi kewaspadaan kita bersama agar taat protokol kesehatan di kantor dan di luar kantor,” ujar Dwi, Senin (27 Juli 2020).

Mengenai temuan tersebut , Dwi mengatakan pihaknya sudah melakukan tindak lanjut dengan melacak dan menelusuri kontak para pasien positif. Selain itu kantor-kantor itu sudah ditutup sementara untuk disterilisasi. “Untuk kantor dilakukan desinfeksi di area yang bisa berpotensi risiko penularan.”

Berikut daftar 68 perkantoran versi Liputan6.com:

  • KEMENTERIAN/LEMBAGA/KANTOR PEMPROV
  1. Kementerian Keuangan: 25 kasus
  2. Kemendikbud: 22 kasus
  3. Kemenparekraf: 15 kasus
  4. Kementerian Kesehatan: 10 kasus
  5. Kemenpora: 10 kasus
  6. Kementerian ESDM: 9 kasus
  7. Litbangkes: 8 kasus
  8. Kementerian Pertanian: 6 kasus
  9. Kementerian Perhubungan: 6 kasus
  10. Kementerian Kelautan dan Perikanan: 6 kasus
  11. Kementerian Luar Negeri: 3 kasus
  12. Kemenpan-RB: 3 kasus
  13. Kementrian Komunikasi dan Informatika: 3 kasus
  14. Kementerian Pertahanan: 2 kasus
  15. Kementerian Hukum dan HAM: 1 kasus
  16. Kemenristek RI: 1 kasus
  17. Kementerian Lingkungan Hidup: 1 kasus
  18. Kementerian PPAPP: 1 kasus
  19. Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara: 23 kasus
  20. Samsat Polda Metro Jaya: 20 kasus
  21. Lembaga Administrasi Negara (LAN): 17 kasus
  22. Dinas Kesehatan DKI Jakarta: 18 kasus
  23. PLN: 7 kasus
  24. Kelurahan Karang Anyar: 7 kasus
  25. Kelurahan Cempaka Putih Timur: 7 kasus
  26. Kelurahan Cempaka Putih Barat: 9 kasus
  27. Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN): 5 kasus
  28. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM): 5 kasus
  29. BPKD: 4 kasus
  30. Dinas Perhubungan MT Haryono: 4 kasus
  31. Komisi Yudisial: 3 kasus
  32. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP): 3 kasus
  33. Dinas UMKM DKI: 3 orang
  34. Kelurahan Tanjung Priok: 3 kasus
  35. Kelurahan Papanggo: 3 kasus
  36. Kantor Kecamatan Menteng: 2 kasus
  37. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): 2 kasus
  38. Badan Narkotika Nasional (BNN): 2 kasus
  39. Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta: 2 kasus
  40. Kantor Camat Koja: 2 kasus
  41. Kelurahan Sunter Jaya: 2 kasus
  42. Kelurahan Kebon Bawang: 2 kasus
  43. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK): 1 kasus
  44. Bhayangkara: 1 kasus
  45. Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD): 1 kasus
  46. Kantor Kecamatan Cempaka Putih: 1 kasus
  47. Kelurahan Kembangan Selatan: 1 kasus
  48. Suku Badan Pendapatan Daerah : 1 kasus
  49. PAMDAL: 1 kasus
  50. Polres Jakarta Utara: 1 kasus
  51. Dinas Kehutanan: 1 kasus
  52. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda): 1 kasus
  • PERKANTORAN
  1. Kantor PT Antam: 68 kasus
  2. Kimia Farma pusat: 20 kasus
  3. ACT: 12 kasus
  4. Samudera Indonesia: 10 kasus
  5. PMI Pusat: 6 kasus
  6. PT Indofood Pademangan: 6 kasus
  7. BRI: 5 kasus
  8. PTSP Walikota Jakbar: 3 kasus
  9. Pertamina: 3 kasus
  10. Indosat: 2 kasus
  11. PSTW Kelapa Dua Wetan: 2 kasus
  12. Kantin: 2 kasus
  13. Siemens Pulogadung: 1 kasus
  14. MY Indo Airland: 1 kasus
  15. PT NET: 1 kasus
  16. Mandiri Sekuritas: 1 kasus

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia.

“Sekarang marak perkantoran di mana ada kenaikan kasus dari klaster perkantoran,” kata Wiku yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27 Juli 2020).

Untuk itu Satgas Penanganan Covid-19 meminta semua pihak waspada dan patuh terhadap protokol Kesehatan antara lain para pekerja di kantor tetap mengenakan masker dan menjaga jarak fisik, serta selalu mencuci tangan sebelum dan usai beraktivitas di kantor.

Dia pun meminta Satgas Covid-19 di seluruh daerah turut mendisiplinkan kantor dan lembaga agar menjalankan kebijakan sif sehingga tak ada penumpukan orang saat jam kerja.  “Hal-hal seperti ini yang terjadi perlu kerja sama Satgas daerah dan operator dari fasilitas-fasilitas ini agar betul-betul monitoring dan evaluasi.”

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyebut perkantoran dan komunitas menjadi tempat rawan penularan. Di dua tempat tersebut memang rawan terjadi orang berkumpul dalam lokasi dan waktu yang sama.

“Dari temuan kita dengan testing, aktivitas di perkantoran dan komunitas warga jadi salah satu tempat yang paling rawan penyebaran," ujar Gubernur Anies dalam video yang diunggah pada Akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (25 Juli 2020).

Anies meminta agar warga saling menegur bila ada orang yang tak menerapkan protokol Covid-19 di tempat umum. “Harus saling ingatkan, jangan pernah ragu tegur sesama kita yang mungkin lalai tidak jalankan protokol kesehatan.”

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar