Yamaha

Presiden Jokowi Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia

  Selasa, 28 Juli 2020   Eries Adlin
Rapat terbatas melalui konferensi video yang dipimpin oleh Presiden Jokowi/Twitter @setkabgoid

Presiden Jokowi Tetap Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

 

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa (28 Juli 2020), memimpin rapat terbatas melalui konferensi video. Berikut ini arahan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yang dikicaukan oleh akun Twitter resmi Sekretarian Kabinet, @setkabgoid:

    \n
  • Selamat pagi #KawanKabinet. Simak yuk arahan Presiden @jokowipada pengantar #RapatTerbatas melalui #VideoConference, mengenai \"Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021\", Selasa (28/7).
  • \n
    \n
  1. Awali #Ratas, Presiden mengingatkan kembali bahwa situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis, penuh dengan ketidakpastian.
  2. \n
  3. Beberapa lembaga keuangan dunia juga selalu merevisi prediksi akan pertumbuhan ekonomi global di 2020 maupun perkiraan di 2021, artinya masih penuh dengan ketidakpastian.
  4. \n
  5. Meskipun untuk 2021, baik IMF, Bank Dunia, maupun OECD meyakini perekonomian dunia akan kembali tumbuh positif di 2021.
  6. \n
  7. IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 5,4 persen, menurut Presiden ini perkiraan yang sangat tinggi. Bank Dunia memperkirakan 4,2 persen dan OECD memperkirakan 2,8 s.d. 5,2 persen.
  8. \n
  9. Presiden mengatakan kalau perkiraan ini benar, Indonesia akan berada di posisi ekonomi yang mestinya di atas pertumbuhan ekonomi dunia.
  10. \n
  11. Indonesia juga diproyeksikan masuk dalam kelompok negara dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah RRT. Kalau proyeksi ini benar, Presiden mengatakan bahwa ini hal yang patut disyukuri.
  12. \n
  13. Namun, Pemerintah harus tetap waspada untuk segala kemungkinan dan antisipasi terhadap segala risiko terjadinya gelombang kedua (second wave), dan masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di 2021.
  14. \n
  15. Kedua, angka-angka indikator ekonomi makro harus betul-betul dikalkulasi secara cermat dan hati-hati. Harus optimis namun realistis, dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini.
  16. \n
  17. Pastikan juga berbagai prioritas untuk 2021 dan juga pelebaran defisit APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka kegiatan percepatan pemulihan ekonomi, sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor.
  18. \n
  19. Terutama reformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan, dan percepatan transformasi digital.
  20. \n
  21. Ketiga, walaupun APBN hanya berkontribusi kurang lebih 14,5 persen pada PDB Indonesia, dalam situasi krisis seperti ini, belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk daya ungkit.
  22. \n
  23. Selain itu, agar sektor swasta dan UMKM bisa pulih kembali, mesin penggerak ekonomi ini harus diungkit dari APBN yang terarah dan tepat sasaran.
  24. \n
  25. Keempat, Presiden ingin menekankan lagi, walaupun saat ini Indonesia menghadapi situasi sulit, namun jangan sampai melupakan agenda-agenda besar dan agenda-agenda strategis besar Indonesia.
  26. \n
  27. Terutama dalam langkah-langkah untuk keluar dari middle income trap.
  28. \n
  29. Sejak 1 Juli 2020, Indonesia telah meraih predikat upper-middle income country. Namun tantangan untuk keluar dari middle income trap, masih besar dan panjang.
  30. \n
    \n
  • Demikian pengantar Presiden pada #Ratas pagi ini. Selengkapnya di laman Sekretariat Kabinet
  • \n

 

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar