Yamaha

P dan N Menculik Usai Bermain di Rumah Keluarganya, Kejiwaan Mereka Diperiksa

  Rabu, 29 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Putri Ramadhani usai ditemukan/ Suara.com

PULO, AYOJAKARTA.COM - Ibu dan anak inisial P dan N yang menculik Putri Ramadhani (3) di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan saat itu sedang main ke rumah keluarganya. Rumah keluarga yang dituju N dan P tak jauh dari rumah Putri. Melihat Putri tengah asyik bermain, P membawa Putri ke rumahnya di Tangerang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono mengatakan tersangka P menculik Putri Ramadhani pada Senin (27/7) siang saat dirinya bersama N tengah berkunjung ke rumah neneknya. Keduanya, pun diketahui pernah tinggal di daerah tersebut.

"Kedua tersangka ini anak dan ibu bermain ke rumah neneknya kebetulan di daerah Ulujami. Kemudian karena memang pernah tinggal di sana, melihat ada anak (Putri Ramadhani) apakah memang sudah direncanakan (menculik) atau spontanitas, masih kita dalami," kata Budi saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

Menurut Budi, berdasar hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Melainkan hanya ditemukan luka gores pada lengan korban yang hingga kekinian masih didalami penyebabnya.

"Sementara kekerasan fisik terhadap anak tak ada. Untuk menyiksa tidak ada. Karena tujuannya yang satu ingin menguasai, memiliki jadi saudara dan anak," ungkap Budi.

Sebelumnya, polisi resmi menetapkan N dan P sebagai tersangka. Keduanya terbukti terlibat dalam penculikan terhadap Putri Ramadhani.

AYO BACA : Anak dan Ibu Penculik Putri Ramadhani Beralasan Ingin Punya Anak Kecil

Budi menjelaskan, bahwa N ditetapkan sebagai tersangka lantaran mengetahui dan membiarkan anaknya P saat menculik Putri Ramadhani. Keduanya, bahkan telah mengakui sama-sama ingin menguasai bocah berusia tiga tahun tersebut.

"Jadi motifnya sementara itu yang kita gali dari keterangan awal tersangka setelah di BAP (berita acara pemeriksaan). Jadi intinya ingin menguasai, ingin menjadikan adik atau menjadikan anak," ungkap Budi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 328 KUHP juncto 332 KUHP juncto 76 F juncto 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Periksa Kejiwaan

Alasan penculikan terhadap Putri Ramadhani yang diungkap P dan N yang ingin menjadikan mereka sebagai anggota keluarganya masih didalami. Mereka juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dengan psikolok hingga psikiatri.

"Nanti kita dalami. Saya tak bisa jawab (soal kejiwaan tersangka) karena bukan kompetensi saya," kata Budi.

P ingin memiliki adik pasca kakaknya meninggal dunia dan merasa kesepian. Sementara N menginginkan Putri lantaran sudah tidak mungkin lagi bisa mempunyai anak.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar