Yamaha

Keindahan Wisata Bangkai Kapal di Yunani

  Jumat, 31 Juli 2020   Budi Cahyono
Amphorae, bejana Yunani yang berada di dalam bangkai kapal. (Kostas Katsioulis /Undersea

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Yunani menawarkan destinasi liburan baru mulai 3 Agustus nanti. Sebuah wisata kapal karam kuno yang terletak di singkapan kecil lepas pantai pulau Alonnisos di Aegea. Wisata ini menyuguhkan keindahan arkeologi bawah laut yang menakjubkan.

Awalnya, Yunani melarang ketat wisata bawah laut untuk menjaga keutuhan situsnya. Namun kini pihak berwenang telah membuka rekreasi menyelam di kapal karam di Peristera karena adanya teknologi pengawasan komputer.

Teknologi pengawasan komputer digunakan untuk memonitor keadaan di situs tersebut. Teknologi yang dipakai juga dilengkapi software pengenalan gambar untuk memperingatkan bila kapal sedang dalam bahaya atau diusik.

“Kami beruntung bisa memulai dengan salah satu bangkai kapal paling indah di dunia. Mereka menyebutnya Acropolis of sea wrecks,” tutur George Papalambrou, asisten professor tenaga penggerak dari Universitas Tenik Nasional Athena.

Papalambrou menjelaskan teknologi ini menggunakan tenaga surya. Teknologi ini dilengkapi oleh perangkat lunak pengenalan dan pembersih lensa yang dipicu oleh luminositas untuk membersihkan puing-puing yang tersumbat. Menurutnya, teknologi ini juga dapat digunakan untuk situs bawah air lainnya.

“Ide teknologi ini menyerupai sistem optik manusia. Mata kita mampu mengenali benda yang melintas di hadapan kita,” jelas Papalambrou.

Dimitris Kourkoumelis, arkeolog bawah laut dari Greece’s Ephorate of Underwater Antiquities, mengatakan proyek ini akan membuat situs bawah laut lainnya bisa diakses. Ia juga menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya tidak hanya di Yunani tapi di tingkat pan-Eropa sebuah bangkai kapal dengan banyak objek di dalamnya dibuka untuk publik.

Menurut arkeologis, bangkai kapal ini menunjukkan perdagangan yang terjadi pada masa keemasan Athena (Golden Age of Athens). Kapal tersebut tenggelam pada akhir abad 5 sebelum masehi. Sekitar 3000-3500 amphorae (bejana Yunani) di dalamnya kemungkinan digunakan untuk mengangkut wine. (Putri Shaina)  

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar