Yamaha

Prediksi Pakar Kesehatan soal Klaster Perkantoran di Jakarta

  Sabtu, 01 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi perkantoran di Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta mengumumkan tak sedikit adanya kasus penularan corona yang merebak di perkantoran. Peringatan keras tersebut memaksa Pemprov dan semua pihak harus memberi perhatian khsusus. Jika tidak, penularan kasus corona melalui perkantoran akan semakin tak terkendali.

Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dedi Supratman menilai jika pemerintah tidak memberi perhatian khusus, maka klaster penyebaran Covid-19 bakal semakin meluas.

Menurut Dedi, klaster perkantoran tidak hanya diperhatikan dari sisi keadaan kantornya saja. Akan tetapi juga rute perjalanan para pegawai dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

"Klaster perkantoran bukan soal kantor saja tapi harus dilihat bagaimana dia berangkat ke kantor, transportasi publik mendukung enggak?," kata Dedi dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (1/8/2020).

Selain itu, manajemen kantor juga setidaknya harus bisa mengawasi ketika para pegawai memilih jam istirahat di luar lingkungan kantor.

"Saat makan siang dia keluar ke mana saja, saat pulang dia juga bagaimana," katanya menambahkan.

AYO BACA : Anies: Kantor Jadi Tempat Utama Munculnya Kasus Baru Covid-19

Menurutnya, pemerintah harus memiliki perhatian penuh pada klaster perkantoran. Sebab kalau luput dari perhatian, maka penularan virus di area perkantoran pun bakal kian meningkat.

"Kalau pemerintah tidak antisipasi itu maka sangat mungkin terjadi kasus di perkantoran makin banyak dan terus meningkat," imbuhnya.

Sektor perkantoran di Jakarta menjadi salah satu klaster penyebaran virus corona Covid-19. Hingga saat ini, sudah ada ratusan pegawai dari puluhan kantor yang terpapar virus dari China.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima suara.com - jaringan Ayojakarta.com, terhitung sudah ada 375 pegawai dari 59 kantor di ibu kota yang terpapar corona. Kantor-kantor ini berasal dari berbagai instansi, mulai kementerian, kepolisian, swasta, hingga Pemprov DKI.

Kementerian Keuangan dan Kemendikbud penyumbang angka terbanyak dengan total masing-masing 25 dan 22 kasus. Sementara dari kalangan Pemprov DKI, 23 pegawai Sudin KPKP Jakut dinyatakan positif menjadi yang paling banyak.

Secara keseluruhan, BUMN Antam menjadi yang paling banyak menyumbang angka positif corona dari kalangan pegawai di Jakarta dengan 68 kasus.

AYO BACA : Ini 68 Kantor Jakarta yang Jadi Klaster Penularan Corona

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar