Yamaha

Kupas Khasiat Honje, Jadi Makanan Antibakteri hingga Cegah Kanker

  Senin, 03 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi bunga kecombrang atau honje/ shutterstock

BANDUNG, AYOJAKARA.COM - Tanaman berwarna merah jambu ini sering ditemui di dapur sebagai campuran masakan yang membuat makanan semakinsedap. Sebagian mengenal sebagai honje di Jawa Barat, atau kecombrang di Jawa Tengah.

Ternyata, kecombrang atua honje ini memiliki banyak khasiat yang tak banyak diketahui masyarakat. Hampir semua bagian tanamannya bisa kita manfaatkan, mulai dari tunas, kuncup bunga, kelopak, buah, hingga batang dan rimpangnya juga bermanfaat bagi manusia.

Tanaman ini memang identik sebagai bahan campuran masakan. Kamu bisa mengolah tanaman honje ini sebagai lalapan, sambal, ditumis, direbus dengan sayuran lain, atau dijadikan bahan rendaman daging, ikan, atau seafood untuk menghilangkan bau amis.

Berdasarkan penelitian, yang dilansir dalam jurnal BMC Research Notes tahun 2011, bunga honje mengandung fitokimia berupa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Tanaman ini mengandung antioksidan yang tinggi untuk memperbaiki kerusakan sel tubuh dan menangkal sel kanker.

AYO BACA : KULINER JAKARTA: Soto Mangkuto, Soto Padang Terenak Se-Asia Pasifik

Berdasarkan laman Data Komposisi Pangan Indonesia, honje juga memiliki banyak kandungan zat gizi yang baik bagi tubuh, yaitu kalium yang cukup tinggi berfungsi untuk penyerapan nutrisi dalam tubuh, zat besi yang berfungsi sebagai obat anemia, hipotensi, dan gangguan kekurangan zat besi lainnya, dan zat-zat lain seperti energi/kalori, karbohidrat, serat, lemak, kalsium, fosfor, dan natrium.

Selain untuk bahan kuliner, ternyata tanaman honje juga bisa dimanfaatkan sebagai obat dan bahan kosmetik. Tanaman ini mengandung minyak atsiri atau dikenal juga sebagai minyak esensial atau essential oil yang berguna untuk berbagai masalah kulit karena sifatnya yang antibakteri.

Dilansir dalam JOM Faperta 2016, bagian bunga honje atau kecombrang ini mengandung zat antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri Bacillus cereus, Euscheria coli, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus.

Sifat antibakteri ini terdapat dalam kandungan minyak atsiri, alkaloid, dan asam lemak di dalamnya. Karena kandungan tersebut, tanaman ini juga dijadikan sebagai pengawet alami.

Sebuah studi dari Journal of Applied Pharmaceutical Science 2017 menunjukkan bahwa minyak esensial dari bunga kecombrang diketahui berpotensi digunakan sebagai sumber bahan alami yang dapat dimasukkan ke dalam produk kosmetik tabir surya. (Fariza Rizky Ananda)

AYO BACA : 5 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar