Yamaha

86 Persen Kantor KUA Jakarta Memprihatinkan

  Selasa, 04 Agustus 2020   Aini Tartinia
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi / instagram: @zainuttauhidsaadi

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi meninjau kondisi 44 gedung Kantor Urusan Agama (KUA) di DKI Jakarta. Sebanyak 39 gedung di antaranya dalam kondisi memprihatinkan atau hampir 88,6% tidak layak.

"Kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar," kata Zainut, Selasa (4/8/2020).

AYO BACA : Geliat Wisata Jakarta Mulai Diminati WNA

Zainut menyebut akan mendiskusikan persoalan ini dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Terlebih, kantor KUA di wilayah DKI Jakarta dibangun di atas tanah milik Pemda. Oleh karenanya, Kantor Kemenag tidak bisa melakukan renovasi besar maupun total.

"Semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini," ujarnya.

AYO BACA : Menunggu Hasil Pembicaraan Dr Tirta dengan Anji, Hadi Pranoto dan juga Jerinx SID Soal Covid-19

Pun, renovasi di atas tanah milik Pemda terbentur oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138 Tahun 2019, yang tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Di sisi lain, Pemda DKI merasa layanan keagaamaan menjadi urusan Kemenag, maka perawatan serta renovasi KUA tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD.

Zainut tak menampik, Pemda DKI Jakarta selama ini memiliki perhatian yang sangat besar untuk mendukung program keagamaan, khususnya pendidikan agama dan keagamaan. Tak luput bantuan untuk guru madrasah, guru ngaji, marbot masjid, ustaz dan pengasuh pondok pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini juga cukup besar.

"Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini," pungkas Zainut.

AYO BACA : Pelapor Anji dan Hadi Pranoto: Bisa Langsung Ditahan Pelakunya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar