Yamaha

Pemerintah Duga Barang Sitaan Jadi Penyebab Ledakan di Lebanon

  Rabu, 05 Agustus 2020   Editor
Pasca ledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

BEIRUT, AYOJAKARTA.COM - Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim menduga ledakan dahsyat di negara tersebut bersumber dari barang sitaan yang mudah meledak. Barang sitaan material mudah meledak tesebut disimpan di kawasan pelabuhan di ibu kota Beirut yang disimpan sudah puluhan tahun.

Dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (5/8/2020), dua ledakan besar tersebut masih menyisakan kobaran api di lokasi kejadian dan sekitarnya.

"Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu dan tampaknya itu adalah material yang mudah meledak," katanya sembari menambahkan akan melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa itu.

AYO BACA : Detik-detik Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon, Seperti Bom Atom, 73 Orang Tewas dan Ribuan Orang Terperangkap

Meski pun, sebelumnya ada kecurigaan ledakan tersebut berkaitan dengan jelang dilakukannya vonis terhadap empat orang dari kelompok Hizbullah yang dicurigai terlibat pembunuhan mantan perdana Menteri Rafik Hariri 15 tahun yang lalu.

Media lokal setempat melaporkan, ada dugaan ancaman dari kelompok lain mengenai vonis terhadap pembunuh Rafik yang saat itu menggunakan bom truk. Peristiwa belasan tahun silam itu mengakibatkan kemelut di kawasan tersebut.

Insiden itu juga terjadi ketika Lebanon sedang mennghadapi krisis ekonomi dan keuangan gawat dalam beberapa dekade, ditengah meningkatnya ketegangan antara Hisbullah dan Israel di perbatasan. Direktur Komunikasi Strategis Amerika Serikat (AS), Alyssa Farah mengatakan, Presiden Trump terus memantau situasi yang terjadi di Lebanon.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar