Yamaha

Jelang 17-an, Ada Golok Betawi di Lagoa Jadi Simbol Perlawanan Covid-19

  Rabu, 05 Agustus 2020   Aini Tartinia
Unik, ada ornamen golok yang menjadi simbol perlawanan pada Corona di Kelurahan Lagoa Koja, Jakarta Utara untuk menyambut momen 17an. (Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara)

LAGOA, AYOJAKARTA.COM - Bagi masyarakat modern saat ini, golok merupakan senjata tajam yang memiliki fungsi beragam. Sayangnya, golok mengarah pada kesan negatif lantaran kerap digunakan pelaku kejahatan untuk menakuti maupun melukai korban.

Namun bagi masyarakat Betawi, golok merupakan bagian dari peradaban masyarakat. Golok atau yang lebih dikenal sebagai bilah di masyarakat Betawi memiliki sejarah panjang yang melekat di kehidupan sosial dan di setiap daerah di Betawi, golok memiliki ciri khas sesuai dengan geografis daerah masing-masing.

Salah satu bukti peradaban golok memiliki magnet tersendiri di setiap wilayah Betawi, jelang perhelatan Kemerdekaan RI ke-75, Kantor Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, memasang ornamen gapura golok Betawi raksasa sebagai simbol perlawanan perang terhadap penyebaran Covid-19.

Tampilan unik tersebut mampu menarik warga ataupun pengguna jalan yang melintas di Jalan Mangga, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja.

Proses pembuatan ornamen gapura itu memakan waktu sekitar 10 hari dengan melibatkan tiga petugas PPSU kelurahan.

AYO BACA : Cucu Keempat Jokowi Lahir, Berjenis Kelamin Laki-laki

Lurah Lagoa, Mujakir mengatakan, di samping sebagai pegangan orang Betawi, secara psikologis golok juga senjata yang merupakan simbol kesiapsiagaan menghadapi lawan perang terhadap virus Corona.

"Golok diartikan warga siaga, supaya virus corona tidak masuk wilayah Kelurahan Lagoa," kata Mujakir, Selasa (4/8/2020). 

Selain itu, pemasangan hiasan salah satu ikon budaya tersebut diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk turut melestarikan warisan generasi terdahulu.

Oleh karena itu, sebagai putra Betawi, ia akan terus mengasah kreativitas dan inovasi untuk ikut serta memajukan kota Jakarta dengan berbagai upaya.

"Kami selalu berkolaborasi dengan semua unsur untuk mengembangkan budaya Betawi agar tetap lestari dicintai generasi muda," ucapnya.

AYO BACA : Dinkes Sebut Jumlah PCR di Jakarta 4 Kali Lipat dari Standar WHO

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar