Yamaha

Jalan Layang Tapal Kuda Pertama di Jakarta Selesai Desember

  Rabu, 05 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
Fly over tapal kuda pertama di Lenteng Agung ditarget selesai Desember tahun ini. instagram: @aniesbaswedan

LENTENG AGUNG, AYOJAKARTA.COM - Jalan layang bentuk tapal kud apertama di DKI Jakarta yang melintasi Kelurahan Lenteng Agung diprediksi akan selesai Desember tahun ini. Prpyek pembangunan yang dimulai November 2019 ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di di perlintasan KA Lenteng Agung.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui Instagramnya mengatakan proyek tersebut kini memasuki progres 75% pengerjaan, dengan menelan anggaran Rp140,8 miliar.

Data tersebut dimutakhirkan Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Jakarta Selatan Heru Suwondo, bahwa pembangunan protek tersebut memakan dana Rp143,5 miliar.

"Senin (3/8/2020) kemarin kita lakukan pengecekan, untuk melihat progres pekerjaannya sudah berjalan sesuai rencana," kata Heru di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

AYO BACA : Ganjil Genap Berlaku, Penumpang Angkutan Umum Naik 4,4%

Jalan layang Lenteng Agung memiliki panjang total 880 meter, dengan pembagian, sisi barat di seberang IISIP sepanjang 430 meter dan sisi timur 450 meter.

"Untuk Lenteng Agung progres cukup bagus, pengerjaan mencapai 79%, bagian atas sudah terbentuk bahkan sudah bisa kita lintasi waktu pengecekan," kata Heru.

Tak hanya pembangunan di Lenteng Agung, Heru juga memaparkan ada proyek lain yakni jalan layang Tanjung Barat. Jalan in memiliki total panjang 1.120 meter dengan rincian sisi selatan sepanjang 470 meter, sisi utara memiliki panjang 580 meter dengan lebar sekitar delapan meter dan tinggi masing-masing sisi 6,5 meter.

"Pengecekan kondisi di lapangan untuk jalan layang Tanjung Barat sudah 66% rampung," ujarnya.

AYO BACA : Jelang 17an, Ada Golok Betawi di Lagoa Jadi Simbol Perlawanan Covid-19

Heru menambahkan, pengecekan yang dilakukan oleh jajaran unsur wilayah Kota Jakarta Selatan adalah untuk memastikan penyedia yang mengerjakan pembangunan proyek sudah mengerjakan sesuai kriteria rancangan jalan layang, seperti dilengkapi dengan sumur resapan dan drainase.

"Inshaa Allah, koordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi, untuk penyelesaian direncanakan tepat waktu," kata Heru.

Pembangunan jalan layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut karena adanya perlintasan sebidang rel kereta api.

Dengan dibangunnya jalan layang, kendaraan tidak perlu lagi menyeberang atau berbelok di atas perlintasan, tetapi menggunakan jalan layang tersebut.

Begitu juga dengan masyarakat yang hendak menyeberang juga dilengkapi dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dilengkapi lift, ramah untuk penyandang disabilitas.

"Mudah-mudah akhir tahun ini sudah bisa dilintasi, sudah banyak masyarakat yang menanyakan ke saya kapan selesainya, tapi harusnya dinas yang memberikan pernyataan ini," kata Heru. 

AYO BACA : 86 Persen Kantor KUA Jakarta Memprihatinkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar