Yamaha

Penambahan Kasus Harian Covid-19 DKI Kembali di Bawah 400-an Kasus

  Rabu, 05 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kenaikan harian Covid-19 di DKI Jakarta kembali berada di bawah 400-an kasus, tepatnya 354 kasus pada Rabu (5 Agustus 2020). Kini total kasus kumulatif di ibu kota versi Kemenkes mencapai 23.380 kasus sejak pasien pertama kali diumumkan pemerintah pada 2 Maret.

Data tersebut dilansir oleh akun resmi Twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), @BNPB_Indonesia, mengutip dari dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

AYO BACA : Terkontraksi pada Triwulan II/2020, Anies Optimistis Ekonomi Jakarta Cepat Pulih Setelah Wabah Covid-19

Total 23.380 kasus tersebut termasuk orang yang berhasil sembuh per 5 Agustus yaitu 379 orang dengan total kumulatif sebanyak 14.760 orang sembuh. Kemenkes juga mencatat ada tambahan 14 orang meninggal akibat Covid-19 di Jakarta. Sehingga, total kumulatif angka meninggal mencapai 888 orang.

Jika dilihat dari penambahan kasus harian, merujuk pada data Kemenkes tersebut, maka DKI Jakarta menduduki posisi kedua dengan konfirmasi kasus harian terbanyak setelah Jawa Timur dengan kasus harian sebanyak 417 kasus.

Selain itu, sampai hari ini, Kemenkes mencatat kasus suspek sebanyak 94.593 orang, 116.871 kasus positif Covid-19, 73.889 orang berhasil sembuh, dan 5.452 orang meninggal. Untuk jumlah spesimen yang sudah diperiksa terhitung sejak 1 April 2020 hingga 5 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB sebanyak 1.603.781 spesimen.

AYO BACA : Daftar Perkantoran di Jakarta Yang Jadi Klaster Covid-19

Pada hari sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani, mengatakan bahwa DKI Jakarta memiliki jumlah tes polymerase chain reaction (PCR) melampaui standar minimum yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Saat ini jumlah PCR di Jakarta adalah empat kali lipat dari standar WHO,” ungkapnya dalam media briefing harian, Selasa (04/8/2020).

WHO menetapkan jumlah tes PCR sebanyak 1.000 orang per satu juta penduduk dalam setiap minggunya. Dari jumlah itu, kata Fify, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR dengan minimum sebanyak 10.645 orang dalam setiap minggu atau 1.560 per hari.

“Jumlah tes sepekan terakhir di Jakarta adalah 37.876,” katanya.

AYO BACA : Cerita Warga Lebanon Tentang Ledakan Dahsyat di Beirut, Itu Ulah Israel?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar