Yamaha

Kantong Darah Terbatas, 14 Pendonor di Cilincing Ditolak

  Rabu, 05 Agustus 2020   Aini Tartinia
ilustrasi dono darah PMI (dok)

CILINCING, AYOJAKARTA.COM -- Antusias masyarakat Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara begitu besar pada program donor darah sukarela. Namun, sebanyak 14 orang calon pendonor ditolak akibat keterbatasan kantong darah saat kegiatan berlangsung.

Lurah Cilincing,  Sugiman mengatakan, mereka merupakan calon pendonor untuk program donor darah sukarela (Dondarela) yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara.

"Mereka bagian dari 64 orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor sukarela," kata Sugiman.

AYO BACA : Penyebar Hoaks Baju Tentara China Dilaundry Ditangkap Polisi

Sugiman melanjutkan, selama masa pandemi virus Covid-19, persediaan darah di PMI sangat kurang. Pemerintah berharap masyarakat dapat berpartisipasi untuk mendonorkan darah mereka.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai program tersebut. Untungnya, hal tersebut disambut positif dengan antusiasme masyarakat Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara untuk ikut program donor darah.

Terbukti, pendonor yang ikut terdiri dari ASN, pengurus RW, RT, LMK, FKDM, PKK, Karang Taruna, PPSU, Kader Posyandu, Jumantik, Dasawisma hingga warga Cilincing.

AYO BACA : Terjatuh dari Tower Ancol Mansion, Perempuan Tanpa Identitas Tewas

"Kami tidak menyangka minat masyarakat begitu besar," ujarnya.

Sugiman berharap nantinya, PMI dapat membawa lebih banyak lagi kantong darah setelah melihat tingginya antusias masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Utara Sabri Saiman mengatakan untuk mempermudah warga ikut serta kegiatan Dondarela di tingkat kelurahan maupun lokasi lain yang tak jauh dari pemukiman warga, pihaknya akan melakukan dengan sistem jemput bola.

"Sumbangan darah dari warga akan membantu memenuhi ketersediaan stok darah di PMI Jakarta Utara," ujar Sabri.

AYO BACA : KLASTER PERKANTORAN: Selama Seminggu, 29 Kantor di DKI Ditutup Sementara Karena Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar