Yamaha

Facebook dan Twitter Hapus Postingan Trump, Ini Sebabnya!

  Kamis, 06 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Donald Trump. (Alex Brandon/AP Photo)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM - Facebook telah menghapus sebuah pos Presiden Donald Trump karena melanggar kebijakan terhadap penyebaran informasi yang salah tentang Covid-19.

Posting bermasalah itu menampilkan tautan ke video Fox News ketika Trump mengatakan bahwa anak-anak hampir kebal terhadap virus corona.

Dilansir dari AP News, Kamis (6/8/2020), pihak Facebook menjelaskan video tersebut mengandung unsur informasi palsu seputar Covid-19. Lantaran dianggap misinformasi yang berbahaya, maka Facebook memutuskan untuk menghapus unggahan Presiden Amerika Serikat itu.

Beberapa jam kemudian, Twitter juga memblokir sementara kampanye Trump dari cuitan di akunnya, hingga menghapus postingan dengan video yang sama. Akun Twitter Trump diketahui me-retweet video tersebut.

Twitter dalam keterangan resminya pada Rabu malam waktu setempat menyatakan, tweet Trump melanggar aturannya terhadap informasi yang salah tentang Covid-19.

Ketika sebuah tweet melanggar aturan, Twitter meminta pengguna untuk menghapus tweet dalam pertanyaan dan melarang mereka memposting apa pun sampai mereka melakukannya.

Twitter secara umum lebih cepat daripada Facebook dalam beberapa bulan terakhir untuk melabeli postingan presiden yang melanggar kebijakannya terhadap informasi yang salah dan penyalahgunaan.

Untuk diketahui, Facebook bukan pertama kali menghapus postingan dari Trump. Namun kali ini postingan yang dihapus berkaitan menyebarkan informasi yang salah tentang virus corona.  Facebook juga memberi label misinformasi pada postingan Trump.

Terkait dengan postingan tersebut, beberapa penelitian memang menyebutkan bahwa anak-anak memiliki tingkat risiko kecil tertular virus daripada orang dewasa, atau hanya dengan gejala ringan. Namun tidak satupun yang mengatakan anak-anak hampir kebal terhadap virus corona.

Sebuah studi CDC yang melibatkan 2.500 anak yang diterbitkan pada April 2020 menemukan bahwa 1 dari 5 anak yang terinfeksi dirawat di rumah sakit, dibandingkan 1 dari 3 orang dewasa. 

Studi tersebut tidak memiliki data lengkap tentang semua kasus, tetapi menunjukkan bahwa banyak anak yang terinfeksi tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Kasus tanpa gejala ini yang justru memungkinkan menyebarkan virus ke orang lain karena tidak terdeteksi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar