Yamaha

Puluhan Pasien Positif Covid-19 di Kota Bogor Karantina Mandiri di Rumah

  Kamis, 06 Agustus 2020   Husnul Khatimah
Ahli Epidemiologi, Tri Yunis Miko Wahyono saat diskusi dengan GTPP Covid-19 Kota Bogor (Ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Ahli epidemiologi, Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor agar mengawasi pasien positif Corona yang karantina mandiri di rumah dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Tri mengatakan jika tidak diawasi dengan baik bisa menjadi klaster penularan baru.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Tambah 13 Kasus Baru Covid-19

“Berdasarkan data 3 Agustus 2020 di Kota Bogor, ada 46 orang yang dirawat di rumah sakit dan 40 orang karantina mandiri. Jadi, yang dikarantina mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan beri bantuan,” katanya di Posko GTPP Kota Bogor, Kamis (6/8/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI ini menambahkan, selain mengawasi pasien yang dikarantina, pemerintah daerah juga harus menyampaikan pentingnya karantina di rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor, Bertambah 3 Kasus Baru

Dia mengaku merasa kaget karena berdasarkan data penyebaran klaster di Kota Bogor (10 Maret - 3 Agustus), klaster luar Kota Bogor tertinggi jumlahnya dibandingkan klaster lain, yakni sebanyak 111 orang atau 36,88 persen.

“Dari data klaster luar kota, ternyata yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya dimana,” katanya.

Ia mengemukakan, jika Kota Bogor akan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), seharusnya jumlah total 86 orang positif yang dikarantina ini bisa diisolasi dengan baik, baik yang di rumah sakit maupun mandiri.

AYO BACA : Warga Bogor Tak Pakai Masker Didenda Rp500 Ribu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar