Yamaha

Kasus Harian di DKI Catat Rekor Tertinggi, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat Terus Zona Merah Selama Sebulan

  Jumat, 07 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi/shutterstock

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pertambahan kasus harian positif di DKI Jakarta lagi-lagi menaik tajam, hamper menyentuh angka 600 kasus. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Dinkes Pemprov) DKI Jakarta mencatat, selama 24 jam sampai dengan 6 Agustus 2020, ditemukan 597 kasus positif Covid-19 baru.

Catatan itu merupakan rekort tertinggi Covid-19 di Jakarta sejak kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020. Dengan penambahan tersebut, sampai dengan 26 Agustus, kasus positif Covid-19 di DKI mencapai 23.863 kasus.

AYO BACA : DAMPAK COVID-19: Jokowi Siapkan Bantuan Rp600 Ribu Selama 5 Bulan Untuk Pekerja Gaji di Bawah Rp5 juta

Jumlah itu termasuk 2.552 orang dirawat, 15.006 orang sembuh, 908 orang meninggal dunia, dan 5.397 orang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, Dinkes Jakarta juga mencatat 10.450 kasus positif ditemukan pada orang tanpa gejala (OTG), 7.636 kasus dengan gejala, dan 5.777 orang belum diketahui.

Sementara itu, menurut Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19, sudah sekitar empat minggu dua wilayah administratif di DKI Jakarta masuk kategori zona merah yakni Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

“Kami mohon untuk bupati dan walikota, untuk memperhatikan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Dan melaporkan kendala kepada Satgas Covid-19 nasional,” tegas Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Prof Wiku Adisasmito di Kantor Presiden pada Kamis, 6 Agustus 2020.

AYO BACA : Mau Jadi Pegawai Setempat Kedutaan di Luar Negeri? Ini Enak & Gak Enak-nya

Berikut Ayojakarta rangkum jumlah kasus harian Covid-19 di Jakarta dari 29 Juli 2020, yang merupakan kasus tertinggi kedua di Jakarta.

  • 5 Agustus: 357 kasus
  • 4 Agustus: 466 kasus
  • 3 Agustus: 489 kasus
  • 2 Agustus: 379 kasus
  • 1 Agustus: 374 kasus
  • 31 Juli: 432 kasus
  • 30 Juli: 299 kasus
  • 29 Juli: 585 kasus

Saat ini, DKI Jakarta menjadi provinsi yang paling banyak melakukan tracing atau pengujian Covid-19. Hal ini juga diakui oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani.

Fify mengatakan testing Covid-19 di Jakarta sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan, Pemprov mampu melampaui standar tersebut sebesar empat kali lipat.

“Saat ini jumlah PCR di Jakarta adalah empat kali lipat dari standar WHO,” ungkapnya dalam media briefing harian, Selasa (04/8/2020). WHO menetapkan jumlah tes PCR sebanyak 1.000 orang per satu juta penduduk dalam setiap minggunya.

Dari jumlah itu, kata Fify, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR dengan minimum sebanyak 10.645 orang dalam setiap minggu atau 1.560 per hari. “Jumlah tes sepekan terakhir di Jakarta adalah 37.876,” katanya.

AYO BACA : Mimpi Kerja di Kedutaan? Ini Ada Lowongan Kerja di Kementerian Luar Negeri, Guys

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar