Yamaha

Wajib Dikunjungi, Ini 5 Tempat Bersejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

  Jumat, 07 Agustus 2020   Budi Cahyono
Tempat warisan sejarah dan cagar budaya berikut mengisahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia sampai peristiwa proklamasi. Peran serta rakyat Indonesia dan tokoh nasional melebur menjadi situs dan dijadikan destinasi wisata. (Ayojakarta.com/ Wikimedia/Gunawan Kartapranata)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan panjang nan sulit rakyat Indonesia, khususnya para tokoh penggerak dan pahlawan nasional. Setelah berjibaku melawan penjajah, akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Beberapa tempat warisan sejarah dan cagar budaya di bawah ini menjelaskan perjuangan meraih kemerdekaan tersebut sampai peristiwa proklamasi. Warisan dan cagar budaya ini juga bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata.

Museum Kebangkitan Nasional

Bangunan museum ini merupakan saksi berbagai peristiwa bersejarah pergerakan nasional, seperti lahirnya organisasi pemuda Boedi Oetomo, Tri Koro Dharmo, dan gerakan pemuda lainnya. Sebelumnya, bangunan ini adalah gedung sekolah kedokteran untuk pribumi di masa kolonial, STOVIA.

STOVIA menjadi lembaga pendidikan pertama yang menjadi tempat berkumpulnya para pelajar dari berbagai wilayah. Interaksi yang terjadi dalam kehidupan asrama STOVIA menjadi sarana pelajar untuk mempelajari adat istiadat suku bangsa lain, sehingga tercipta suasana saling memahami akan perbedaan kehidupan sosial dan kebudayaan.

AYO BACA : Telok Abang, Tradisi Agustusan dari Palembang

Rumah “Penculikkan” di Rengasdengklok

Rumah ini dianggap sebagai saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, yaitu peristiwa “penculikkan” Soekarno dan Hatta oleh pemuda pada 16 Agustus 1945. Para pemuda tersebut menempatkan mereka di rumah milik seorang tuan tanah Djiau Kie Siong di Rengasdengklok.

Atas dorongan pemuda ketika “penculikkan” tersebut, diadakanlah rapat yang membuahkan konsep Proklamasi Kemerdekaan. Rumah ini pun sekarang dijadikan museum dan masih mempertahankan keasliannya.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Bangunan ini dahulu dipakai oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subardjo untuk menulis konsep naskah Proklamasi. Setelah rancangan dibuat, naskah pun diketik oleh Sayuti Melik dan menjadi sebuah teks proklamasi yang dipakai untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia

AYO BACA : 5 Tradisi Unik Perayaan HUT RI di Tanah Air

Bangunan tersebut tetap mempertahankan kondisi asli sejak 75 tahun silam. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat ini diubah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Tugu Proklamasi

Monumen ini merupakan bekas area rumah presiden pertama kita, Soekarno, yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di sini, Soekarno membacakan teks proklamasi, di depan hadirin dan tokoh proklamasi lainnya.

Ide pembangunan Tugu Proklamasi datang dari para perempuan anggota Pemuda Puteri Indonesia (PPI) dan Wanita Indonesia. Pertama kali diresmikan pada 18 Agustus 1946. Sempat dihancurkan pada 15 Agustus 1960 karena kesalahpahaman, namun dibangun kembali dan diresmikan pada 17 Agustus 1972.

Monumen Nasional

Terakhir, landmark DKI Jakarta bahkan Indonesia ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia meraih kemerdekaan. Atas pertimbangan Soekarno yang berpendapat perlu ada sebuah bangunan di Jakarta untuk mengekalkan perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan.

Monas dibuka untuk umum pertama kali pada 12 Juli 1975. Butuh 14 tahun lamanya untuk membangun monumen ini. Berdiri menjulang setinggi 132 meter di area Lapangan Merdeka, Monas juga memiliki museum dan diorama yang mengisahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. (Fariza Rizky Ananda)

AYO BACA : 5 Ide Makanan Merah Putih di Perayaan 17-an

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar