Yamaha

5 Hoaks Paling Jadi Sorotan di Jakarta Periode Juli 2020

  Jumat, 07 Agustus 2020   Aini Tartinia
Laporan klarifikasi aduan masuk yang dirangkum Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta. (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM --  Penyebaran informasi hoaks di Indonesia lewat WhatsApp dan media sosial memang tidak pernah habis. Entah apa maksud dan tujuannya, kebohongan apa pun yang merugikan dan membuat resah masyarakat sangat tidak dibenarkan.

Anehnya, sebagian besar masyarakat justru menelan beberapa informasi dan kabar bohong itu bulat-bulat.

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta melalui tim Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) menerima 62 aduan hoaks dengan rincian sebanyak 60 aduan berhasil diklarifikasi, 0 aduan hoaks tidak memenuhi syarat, 2 aduan masih dalam proses validasi dan verifikasi.

Oleh karena itu, tim Jalahoaks berhasil mengklarifikasi sebanyak 97% aduan hoaks selama kurun waktu 1 sampai dengan 31 Juli 2020.

Dilansir dari akun Instagram @jalahoaks, dalam periode ini aduan hoaks yang diterimasyarakat masih didominasi informasi hoaks terkait Covid-19, yakni sebanyak 23 aduan. Disusul hoaks menyangkut pemerintahan sekitar 21 aduan, umum 8 aduan, kabar hoaks politik 6 aduan, perhubungan terdapat 3 aduan dan pendidikan ditemukan 1 aduan.

Lalu, hoaks apa saja sih yang sempat menjadi sorotan di Provinsi DKI Jakarta Juli lalu? Nah, mari kita cek fakta beberapa kabar burung tersebut

1.Kabar hoaks:

Beredar pesan berantai melalui WhatsApp bahwa RSUD Kalideres, RSUD Pasar Rebo dan RSUD Depok ditutup karena terdapat beberapa karyawan positif Covid-19.

Fakta:

Sejumlah poli kesehatan di RSUD Kalideres dan RSUD Pasar Rebo ditutup sementara, setelah sejumlah pegawai positif Covid-19. Namun, pelayanan lain masih dibuka karena kedua rumah sakit tersebut adalah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19

2. Kabar hoaks:

Pemotongan 65% tunjangan ASN Pemprov DKI Jakarta, sehingga jumlah TKD yang akan diterima 35% saja. Dalam pesan hoaks berantai juga disebut Pergub terkait hal itu tengah dibuat.

Fakta:

Kepala BKD Provinsi DKI Jakarta Chaidir menegaskan, taka da draft Pergub baru yang mengatur pemotongan jumlah TPP/TKD para ASN Pemprov DKI Jakarta sebesar 65%.

3. Kabar hoaks:

Pesan imbauan staf perbankan untuk menekan tombol cancel dua kali untuk cegah pencurian PIN ATM

Fakta:

Informasi ini merupakan berita hoaks yang pernah beredar di luar negeri lebih dahh\ulu dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

4. Kabar hoaks:

Foto peta DKI Jakarta kembali zona merah tingkatan Covid-19 dan Bogor berstatus zona hitam. Pesan tersebut mengimbau seluruh warga tidak keluar rumah.

Fakta:

Dari beberapa informasi yang didapatkan, terdapat beberapa wilayah di DKI Jakarta yang menunjukkan penurunan resiko penularan, seperti Jakarta TImur. Selain itu, peta yang ditampilkan pada pesan berantai WhatsApp berbeda dengan peta penyebaran kasus harian terbaru pada situs resmi Covid-19 Provinsi DKI Jakarta

5.Kabar hoaks:

Bawa kantong plastik dari rumah untuk belanja bakal dikenakan denda Rp250 ribu

Fakta:

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta tidak pernah mengeluarkan kebijakan dengan sanksi tersebut. Aturan mengenai sanksi administratif ditujukan kepada para pelaku usaha yakni took swalayan, pedagang atau pemilik toko di pusat perbelanjaan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar