Yamaha

Sepi Pembeli, Omzet Pedagang Bendera Turun 50%

  Sabtu, 08 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi pedagang bendera. (dok)

CILANDAK, AYOJAKARTA.COM-- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pedagang bendera mulai bermunculan. Para pedagang musiman ini biasanya berkeliling menjajakan bendera lengkap dengan tiang bambu serta ornamen lainnya.

Seorang pedagang bendera bernama Suratman mengaku sejak lima tahun terakhir menjual bendera setiap tahunnya. Peringatan HUT RI baginya menjadi momen untuk mendulang rezeki.

"Ada sekitar lima tahun lah jualan begini, keliling dorong gerobak nawarin bendera ke orang-orang. Tiap tahun begini saya," ujar pria berusia 49 tahun ini saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020).

Namun pada tahun ini dagangan Suratman tak selaris biasanya. Wabah pandemi Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia sejak awal Maret lalu berdampak kepada turunnya omzet dagangannya. Suratman berujar, penurunan omzet diperkirakan mencapai 50 persen lebih.

"Sepi banget, enggak kayak biasanya. Turunnya (omzet) jauh banget, ya 50 persenan lebih lah. Saya juga bingung bakal balik modal apa enggak kalau begini kondisinya," katanya.

Suratman menduga turunnya omzet dikarenakan tahun ini tidak ada perayaan HUT RI secara langsung. Dia tak bisa berbuat banyak selain terus berkeliling menjajakan bendera merah putih dan berharap dagangannya laris.

"Ya mau gimana lagi emang kondisi lagi susah begini. Enggak ada virus aja udah susah, ini ditambah ada kayak begini (pandemi Covid-19). Pasrah aja lah sambil terus usaha," ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar