Yamaha

Kalau Ganjil Genap Berlaku Untuk Motor dan Sepanjang Hari, Begini Nasib Ojol….

  Minggu, 09 Agustus 2020   Eries Adlin
Alat pelindung diri (APD) ala pengemudi ojek online alias ojol/dok. pribadi Igun Wicaksono

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – BELAKANGAN ini, bertiup rumor terkait dengan opsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil genap juga berlaku untuk kendaraan roda dua alias motor. Kalau memang iya, bagaimana dengan ojek online alias ojol di ibukota?

Secara ketentuan, sebenarnya hal itu sudah tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi pasal 17 ayat 2 poin b. Beleid itu menyebutkan: “Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas.

Jelas kan ya, disebutkan kendaraan pribadi itu termasuk juga motor!

Lantas, di Pasal 18 ayat 1 disebutkan penjelasan:

(1). Kawasan pengendalian lalu lintas dengan prinsip ganjil genap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf a berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. setiap pengendara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor plat ganjil dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal genap,

b. setiap pen endara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor plat genap dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal ganjil; dan

c. nomor plat sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b merupakan angka terakhir dan nomor plat kendaraan bermotor roda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua).

(2) Pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan untuk:

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

a. kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Indonesia;

b. kendaraan Pemadam Kebakaran dan Ambulans;

c. kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;

d. kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara;

e. kendaraan Pejabat Negara;

f. kendaraan Dinas Operasional berplat dinas, Kepolisian danTNI;

g. kendaraan yang membawa penyandang disabili

h. kendaraan angkutan umu (plat kuning);

i. kendaraan angkutan barang, tidak termasuk double cabin;

J. kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dan i Kepolisian; dan

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

k. angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan Keputusan Kepada Dinas Perhubungan.

(3) Pemberlakuan kawasan pengendalian lalu iintas dengan sistem ganjil genap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

Kalau mengacu pada poin huruf (k) Pasal 18 ayat 2 yang berbunyi: “angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan Keputusan Kepada Dinas Perhubungan” tentu ojek online alias ojol mendapatkan pengecualian alias bisa beroperasi tanpa mengikuti ketentuan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap.

BERLAKU SEPANJANG HARI

Bukan cuma motor. Opsi pemberlakuan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap dapat menyangkut waktu pemberlakuannya. Bisa saja diterapkan sepanjang hari, bukan seperti yang berlangsung selama ini sejak pukul 06.00—10.00 dan 16.00—21.00.

Adalah Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo yang menerangkan opsi-opsi tersebut kepada wartawan. Apalagi alasannya kenapa opsi itu muncul kalau bukan demi mengatasi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.

“Ini akan kami evaluasi, dan bukan tidak mungkin pola ganjil genap yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa diterapkan. Apa itu? Itu adalah bisa diterapkan di seluruh ruas jalan, bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan. Tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan,” ujar Syafrin, Jumat (7 Agustus 2020).

Kenyataan bahwa Jakarta masih dalam situasi berbahaya dinyatakan oleh Wagub A. Riza Patria. Menurut Bang Ariza, begitu Wagub DKI Jakarta biasa dipanggil, sampai masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase I tahap III saat ini, Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO.

Oleh karena itu, Wagub Ariza berharap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat RW dapat terus meningkatkan kinerja dan mengambil langkah berani untuk memutus penyebaran virus tersebut.

Kemudian menurut Bang Ariza, selain masalah ekonomi dan kesehatan, Gugus Tugas juga perlu mempertimbangkan permasalahan sosial dan keamanan. Antisipasi dan deteksi dini perlu dilakukan terkait masalah sosial yang mungkin timbul sebagai dampak persoalan ekonomi.

“Kita tidak ingin terjadi adalah masalah keamanan. Masalah ini akan terganggu apabila masalah sosial semakin meningkat. Jadi mulai sekarang kita harus antisipasi, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan keamanan,” tegas Bang Ariza seperti dilansir laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi DKI Jakarta.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar