Yamaha

Gilang 'Kang Bungkus' Fetish Kain Jarik Dijerat Pasal Berlapis

  Minggu, 09 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
Gilang (kedua kanan), predator seks fetish kain jarik ditangkap. (dok polisi)

SURABAYA, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini, pelaku pelecehan seksual mengatasnamakan riset menggunakan kain jarik di Kota Surabaya, Gilang, sudah ditangkap pihak polisi. Pelaku ditangkap polisi di kampung halamannya di Kapuas, Kalimantan Tengah pada Kamis (6/8/2020) malam.

Tak hanya ditangkap, pihak universitas yang menjadi tumpuannya belajar di bangku kuliahnya pun memecatnya. Gilang didrop out (DO) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dalam perkembangan proses hukum yang berjalan, Gilang kini dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Jhonny EIsir mengungkapkan, Gilang juga dijerat pasal 27 ayat 4 junctopasal 45 ayat 4 dan pasal 29 junctopasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Namun, pelaku belum memenuhi unsur untuk dijerat pasal 292 KUHP tentang pencabulan dengan sesama jenis," ujar Isir, saat konferensi pers di Markas Polrestabes Surabaya Sabtu kemarin.

AYO BACA : Polda Jatim Turun Tangan Selidiki Kasus Fetish Kain Jarik di Surabaya

Kendati demikian, penyidik sampai sekarang masih terus mengkaji pasal sangkaan yang terkait dengan dugaan pencabulan seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Kasusnya pelecehan fetish kain jarik dengan pelaku Gilang pertama kali diungkap melalui media sosial Twitter pada 29 Juli 2020 oleh seorang pemilik akun @m_fikris yang mengaku sebagai korbannya. Kicauannya itu sempat menjadi trending beberapa hari dan memunculkan pengakuan dari banyak pemilik akun lainnya, yang juga menempatkan diri sebagai korban, dengan menunjuk pada seorang pelaku yang sama.

Modusnya adalah dengan mengirim pesan melalui media sosial WhatsApp kepada setiap korbannya yang kebanyakan laki-laki, dan meminta membungkus diri menggunakan kain hingga menyerupai mayat, untuk kemudian difoto dan direkam menggunakan video telepon seluler.

"Gilang mengakui dari foto-foto dan video yang dikirim para korban atas permintaannya ini untuk, maaf, merangsang hasrat seksualnya," ucap Isir.

Kepada polisi, Gilang mengaku telah melakukan perbuatan ini kepada 25 korban dalam rentang waktu mulai 2015 sampai 2020, atau selama dia berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya. Menurut Isir, penyidik masih mendalami lebih lanjut apakah ada korban lainnya.

Sementara sejumlah barang bukti yang disita polisi antara lain lain dua unit telepon seluler beserta dua kartu SIM, tiga lembar kain jarik, seutas tali rafia dan dua lakban hitam dari pihak korban antara. Sedangkan dari G polisi menyita barang bukti berupa masing-masing satu lembar kain putih, kain jarik, serta tali benang hitam dan putih.

AYO BACA : Predator Seksual Fetish Kain Jarik di Surabaya Ditindak Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar