Yamaha

Terungkap! Ini Rahasia Persija Jakarta Juara Ligina 2001

  Senin, 10 Agustus 2020   Budi Cahyono
Eks legenda Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Imran Nahumamury (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

SOLO, AYOJAKARTA.COM -- Tanggal 7 Oktober 2001, momen sangat spesial bagi The Jakmania. Kala itu, di partai final Liga Bank Mandiri atau Liga Indonesia (Ligina), Persija bersua PSM Makassar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Tim Macan Kemayoran dibesut Sofyan Hadi bisa dikatakan sebagai miniatur Timnas Indonesia. Disesaki pemain timnas seperti Anang Makruf, Nuralim, Gendut Doni, Imran Nahumamury, dan Bambang Pamungkas, bisa dikatakan skuad ini adalah tim bintang musim 2001.

Tak kalah superiornya, PSM Makassar juga berisi pemain timnas semacam Hendro Kartiko, Aji Santoso, Bima Sakti, dan Kurniawan Dwi Yulianto. Dan ini merupakan back to back Juku Eja di partai final, pada musim sebelumnya PSM menjadi juara Ligina.

Pengamat menyebut, Persija dan PSM adalah dua kekuatan sepak bola Tanah Air pada 2001 yang dipertemukan dalam partai puncak.

Dipenuhi The Jakmania, Persija tampil menggila. Duet Diklat Salatiga, Bambang Pamungkas – Gendut Doni menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Pasukan Ramang.

Macan Kemayoran tampil percaya diri. Persija membuka skor lewat Imran Nahumamury pada menit ke-3. Sementara dua gol lainnya dilesakkan Bambang Pamungkas (42’dan 47’) yang sekaligus menjadi pemain terbaik musim 2001.

Pasukan Ramang hanya bisa membalas dua gol striker ganas kala itu, Miro Baldo Bento (65’), dan lewat kelincahan jebolan Diklat Salatiga, Kurniawan Dwi Yulianto (80’).

Momen indah itu tentu saja tak bisa dilupakan Imran Nahumamury yang mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pembuka kemenangan Persija.

AYO BACA : Persija Glory 2001, Mengenang Kejayaan Persija saat Juara Ligina 2001

Imran mengungkap rahasia dibalik kemenangan Macan Kemayoran kala itu, tidak lepas dari kejelian seorang Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos, sebagai Pembina Persija dan juru taktik Sofyan Hadi.

Imran, menjadi salah andalan lini tengah bersama Luciano Leandro, dan Budiman. Imran, gelandang jangkar asal Maluku ini, perannya sangat vital di lini tengah.

“Momen terindah dalam karier sepak bola saya saat bersama Persija di partai final 2001. Persija menjadi juara dan saya mencetak gol pembuka, dan sampai detik ini saya tidak akan melupakan kemenangan kami dengan sangat susah payah dalam semusim itu,” tutur Imran saat berbincang dengan Ayojakarta.com, Sabtu (8/8/2020), di Kota Solo.

Ia merasakan perjuangan yang begitu berat dilaluinya bersama rekan-rekan setim. Terutama ketika harus berjuang melawan cedera di laga-laga genting sebelum partai pamungkas. Imran Nahumarury mengalami cedera hamstring karena padatnya jadwal kompetisi.

Sebelum partai final lawan PSM, Imran dipastikan tidak bisa diturunkan saat partai final karena cedera hamstring. Ya, semua penggemar Persija saat itu tidak tahu dibalik aksi brilian Imran di tengah lapangan hijau di partai final sebenarnya menahan sakit luar biasa.

"Banyak orang tahunya saya bisa ikut cetak gol. Karena saat babak delapan besar di Makassar, saya cedera pertandingan terakhir. Kemudian melawan Persebaya di semifinal saya paksakan sampai selesai, sampai tidak bisa jalan setelah pertandingan," ungkap Imran.

“Saat itu sebelum pertandingan final, saya pikir masih bisa main atau tidak, karena memang sangat berat untuk bermain karena cedera hamstring. Tapi, Bang Yos memotivasi dan memaksakan saya bisa main di final bagaimanapun caranya,” ceritanya mengenang.

Disuntik Antisakit

AYO BACA : Persija Belum Putuskan Waktu Latihan di Bantul

Imran pun mendapatkan tindakan medis dengan disuntik antisakit. Dokter tim pun menyuntik pemain bertubuh gempal itu menjelang kick-off dan hanya bisa bermain maksimal 30 menit.

"Bang Yos (Sutiyoso) memaksa saya harus main, mencari solusi untuk tampil di final. Akhirnya saya disuntik antisakit, dan dokter memastikan saya hanya bisa bermain maksimal selama 30 menit," tutur eks penggawa Timnas Indonesia.

Tak disangka, kerja keras, motivasi, dan kemauan ditambah kejelian seorang Bang Yos dan Sofyan Hadi membuahkan hasil. Imran mencetak gol cepat pada menit ke-3. Imran pun berselebrasi sederhana di pojok lapangan.

"Saya bersyukur, bisa cetak gol menit-menit awal. Saya terus paksanakan hingga 20 menit pertandingan. Tapi dengan kemauan dan semangat bisa mengalahkan semuanya. Makanya setelah cetak gol saya tidak bisa selebrasi dan langsung diganti," kenang Imran yang kini menjadi asisten pelatih tim Liga 1, PSIS Semarang.

Tidak hanya Bang Yos, pelatih Persija, almarhum Sofyan Hadi menambah motivasi Imran selama pertandingan. “Pak Haji (sebutan Sofyan Hadi), pelatih yang meyakinkan saya bisa bermain. Dia sosok pelatih yang tidak pernah pilih kasih. Siapa pemain yang bekerja keras dalam sesi latihan akan mengisi skuad Persija dalam sebuah pertandingan,” ujarnya.

Menurut Imran, Persija saat itu sangat kompak. Skuad sudah jadi, ketegasan pelatih Sofyan Hadi dan sang motivator seperti Bang Yos, ditambah dukungan penuh dari suporter fanatik, The Jakmania, menjadi sebuah kekuatan Persija menjadi juara Ligina 2001.

Baginya, ada hikmah yang sangat membuatnya selalu mengingat di akhir musim 2001 yang begitu manis. Menurut Imran, pada dasarnya sangat dibutuhkan sebuah perjuangan dan motivasi besar, termasuk ketika dalam masa sulit di sepak bola.

Kiprahnya bersama Persija waktu itu, sekaligus menjadi pesan khusus yang dapat ia tularkan ke generasi pemain masa depan Indonesia.

"Sepak bola sekarang bukan hanya soal punya teknik atau skill saja. Tapi bagaimana kemauan, daya juang, dan semangat pantang menyerah. Itu sangat penting. Saya harus sampaikan kepada generasi sekarang, bekerja keraslah dalam setiap latihan dan jangan mudah menyerah," tegas Imran.

Dalam sejarah persepakbolaan Tanah Air, tim Macan Kemayoran tercatat 11 kali menjadi juara. Sembilan gelar diraih pada era perserikatan, dua pada masa Liga Indonesia (Ligina), dan era modern Liga 1 Indonesia. Sebelas gelar juara Persija, masing-masing diraih pada tahun 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, 1979, 2001, dan 2018.

AYO BACA : Taufik Hidayat Mahir Tiga Posisi Berbeda di Persija

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar