Yamaha

Duo F Dapat Gelar Bintang Mahaputra Nararya dari Jokowi. Warganet : Hasil dari Nyinyir Tiada Henti

  Senin, 10 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
cuitan @mohmahfudmd (Twitter Mahfud MD)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI tahun ini.

Hal mengejutkan pun terjadi. Pasalnya, Jokowi akan memberikan bintang tanda jasa tersebut kepada mantan pentolan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yaitu Fahri Hamzah dan Fadli Zon atau kerap dikenal sebagai ‘duo F’.

Diketahui dari unggahan akun Twitter milik Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, duo F akan mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya.

“Dlm rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kpd beberapa tokoh dlm berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon  @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang utk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” tulis Mahfud dalam akunnya @mohmahfudmd, Senin (10/08/2020).

Cuitan tersebut mengundang banyak komentar dari warganet. Terdapat 617 retweets, 498 komentar, dan 497 likes dalam cuitan itu.

AYO BACA : BLT Rp600 Ribu per Bulan Pekerja Formal: Proses Pencairan dan Cara Daftar

Jika dilihat dari komentar, warganet merasa kecewa dengan pemerintah yang memberikan tanda jasa kepada Fahri dan Fadli.

“Rakyat dapat apa pak…?” tulis akun @embrio54

Tak disangka, komentar warganet itu pun dibalas oleh Mahfud. “Rakyat "dianggap" mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yg purna tugas satu periode mendapat bintang tsb,” ucap balasan Mahfud.

“Hasil dari nyinyir yang tiada henti, Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun mendapat Bintang Mahaputra. Penghargaan yang sangat aneh bin lucu #terserahlodeh,” tulis warganet lainnya dengan akun @KaZep7

Bahkan, warganet lainnya memprotes keras rencana dari pemerintah itu. “Saya, anak Indonesia, memprotes keras rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputra Naraya kepada dua insan dimaksud. Mereka berdua hanya sampah peradaban bagi NKRI,” tulis @AndyBeezee.

AYO BACA : 10 Startup Teknologi Digandeng MRT untuk Program MRTJ ACCEL

Bukan tanpa alasan, banyak warganet yang menyayangkan sikap pemerintah itu. Hal ini karena kedua pejabat tersebut selama ini justru dinilai kerap membuat publik geram dengan pernyataannya yang nyeleneh yang terus memberikan kritik tanpa memberikan solusi konkrit.  

Lantas, bagaimana seseorang bisa mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Naraya? Sekretaris Militer Presiden, Tri Wahyudi, menjelaskan para tokoh yang mendapat gelar tersebut adalah mereka yang berjasa dalam bidang pembangunan, kemaslahatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendapatkannya, harus berdasarkan usulan berbagai pihak, termasuk dari kementerian hingga organisasi masyarakat. 

"Itu kemudian diproses melalui sidang, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Itu prosesnya bisa 3 bulan. Apalagi Bintang Mahaputra, itu malah lebih dari tahun, tahunan," ujar Tri Wahyudi saat ditemui usai acara penganugerahan Tanda Kehormatan RI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

Kendati demikian, Tri menuturkan bahwa keputusan penuh ada di tangan presiden yang merupakan hak prerogatifnya.

"Semua itu kan karena pemberian tanda jasa kehormatan adalah prerogatif presiden melalui usulan-usulan dari kedinasan, dari kelembagaan. Sebenarnya boleh dari perorangan, lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat boleh mengusulkan, namun keputusan tetap di presiden. Siapa saja boleh mengusulkan," jelasnya.

AYO BACA : Ada Perusahaan Tutupi Kasus Covid-19, PSI Dorong Pekerja Aktif Laporkan Kondisi Kantornya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar