Yamaha

Polisi Tangkap 3 Pelaku Kasus VCS Anak di Bawah Umur di Jakarta Barat

  Senin, 10 Agustus 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

PALMERAH, AYOJAKARTA.COM – Polisi berhasil mengungkap pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Polres Metro Jakarta Barat menangkap tiga tersangka yang diduga melecehkan anak di bawah usia 14 tahun. Modus para pelaku dengan membuka prostitusi daring dengan video call sex (VCS).

Kapolres Metro Jakbar Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan kasus ini terungkap saat Subnit Cyber Crime Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat melakukan patroli cyber dunia maya. Lalu ditemukan sebuah grup di aplikasi media sosial Line yang melakukan penyebaran video pornografi.

Audie menjelaskan, untuk dapat bergabung ke dalam grup tersebut diharuskan melakukan registrasi pembayaran kepada admin grup melalui sebuah rekening bank atau Gopay atau aplikasi dana milik admin.

AYO BACA : Ini Alasan Raffi Memerkosa Perempuan di Bintaro

Setelah ditelusuri lebih jauh, ditemukan juga di dalam grup tersebut tidak hanya terdapat aktivitas penyebaran video pornografi. Ada juga para penampil (talent) wanita yang masih berusia di bawah umur melakukan jasa VCS dan live show atau pertunjukan langsung.

Talent melakukan live streaming langsung yang dapat dilihat semua member grup dengan sepengetahuan admin.

"Semua akun Line dikelola oleh tiga tersangka. Mereka cari para pelanggan dari Twitter juga akun medsos lain seperti WA, Line dan mereka ajak ikuti akun asusila tersebut dengan bayar sejumlah uang mereka akan punya akses tonton beberapa pertunjukan seks" ujar Audie melalui siaran langsung Instagram resmi Polres Jakbar, Senin (10/8/2020).

AYO BACA : Polisi Tangkap Pemerkosa di Bintaro, Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan awalnya telah menangkap seorang berinisial P yang diduga bekerja sebagai admin grup. Berdasarkan keterangan P, diduga ada lagi pelaku lain yang terlibat bisnis asusila ini.

"Berdasarkan alat bukti yang diperoleh, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku P yang diduga admin. Tersangka P ditangkap di daerah Kapuk Poglar Jakarta Barat dimana dari keterangan pelaku yang diamankan ada pelaku lain yang terlibat yakni BP (DPO) yang juga merupakan admin grup," jelasnya.

Setelah melakukan pengembangan, Arsya mengatakan anggotanya berhasil menangkap pelaku lain DW dan RS dan seorang talent live show yang diketahui masih anak-anak. Khusus anak itu, kasusnya akan dialihkan ke peradilan di luar pidana atau diversi karena masih dibawah umur.

"Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan perempuan, maka talent yang masih di bawah umur akan kami lakukan diversi. Menimbang usia anak masih dini dan berstatus masih pelajar kemungkinan anak tersebut akan kami kembalikan kepada orang tuanya.

Sementara untuk pelaku lainnya akan dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 dipidana penjara paling lama 6 tahun.

"Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti berupa 4 unit HP, 4 akun Line, 1 ATM rekening BCA, screenshoot kiriman video pornografi, video live streaming anak di bawah umur," pungkasnya.

AYO BACA : Bukan Psikopat, Kak Seto: Callous Unemotional Lebih Tepat untuk NF, Siswi Pembunuh Bocah 5 Tahun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar