Yamaha

Kelurahan Slipi Gencarkan Razia Pelanggar Protokol Kesehatan

  Selasa, 11 Agustus 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi seorang pelanggar protokol kesehatan. Ilustrasi Foto: Republika/Febryan A

SLIPI, AYOJAKARTA.COM - Lurah Slipi, Nia Istiani mengaku masih ada pelanggar protokol kesehatan di wilayahnya. Saat melakukan operasi tertib masker, masih ada warga yang melanggar dan dikenakan denda administrasi Rp100 ribu. Razia akan terus dilakukan untuk menegakkan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Nia mengatakan, razia digelar di tiga lokasi yakni Jalan KS Tubun, Jalan KS Tubun 3 RW 02 (Pasar Loksem), dan Jalan KS Tubun Raya (Trotoar Indramas).

“Operasi tertib masker kami gelar di tiga lokasi tersebut. Ada satu pelanggar yang tidak memakai masker dan dikenakan sanksi administrasi denda Rp 100.000,” kata Nia dilansir dari barat.jakarta.go.id, Selasa (11/8/2020).

Dia bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menegaskan bahwa mereka akan terus menggelar pengawasan dan monitoring pelaksanaan PSBB masa transisi. Hal itu guna menciptakan masyarakat yang sehat, aman, dan produktif, terutama di titik-titik keramaian seperti jalan raya, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya.

Dalam setiap monitoring aturan, kata Nia, pihaknya selalu mengimbau dan mengingatkan masyarakat. Terutama bagi para pengendara untuk mematuhi aturan, serta menggunakan masker saat berkendara dan berada di luar rumah.

AYO BACA : Ketegasan Lurah Mampang Prapatan Perangi Corona, Tak Segan Sanksi Warganya!

“Pelanggar yang tidak pakai masker akan ditindak,” tegasnya.

Di kesempatan lain, Camat Taman Sari Jakarta Barat, Risan Mustar, membagikan masker kain secara gratis. Dia bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Resimen Mahasiswa (Menwa) Peduli membagikan masker gratis kepada sejumlah tempat peribadatan di wilayah Kelurahan Tangki, Senin (10/8/2020).

"Kami bersama BNPB melakukan kegiatan pemberian masker kain gratis pada sejumlah tempat ibadah, seperti masjid, gereja dan vihara di wilayah Kelurahan Tangki," jelas Risan.

Risan menuturkan pemberian masker gratis ini sekaligus mensosialisasikan gerakan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker, dan Menjaga jarak. Sosialisasi ini secara rutin dilakukan dalam upaya mencegah penularan Covid-19. 

Dalam kegiatan tersebut, Risan mengatakan bahwa masker kain diberikan kepada para pengurus tempat ibadah, dimana masing-masing mendapatkan 1000 pcs. Masker tersebut nantinya akan dibagikan pada warga yang menjalani ibadah. Setiap orang mendapatkan dua pcs masker.

Risan mengapresiasi kepada BNPB dan  Menwa Peduli dalam rangka membantu penanganan pandemi Covid-19 di wilayah kecamatan Taman Sari. "Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, warga lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19,” tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar