Yamaha

Pariwisata Kampung Naga Lumpuh Dihantam Covid-19

  Selasa, 11 Agustus 2020   Budi Cahyono
Suasana sepi di Kampung Naga saat Pandemi Covid-19. Setidaknya 90 persen kunjungan berkurang yang berimbas pada perekonomian sekitar Kampung Naga. (Ayojakarta.com/Dede Nurhasanudin)

AYO BACA : Kasepuhan Ciptagelar Menolak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

AYO BACA : Cegah Klaster Baru, Destinasi Wisata di Kabupaten Majalengka Bakal Ditutup

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan aktivitas kunjungan wisata religi Pamijahan Kecamatan Bantakalong saja. Kondisi yang sama juga dialami wisata adat Kampung Naga Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Aktivitas kunjungan sepi membuat perekonomian sekitar Kampung Naga lumpuh.

Juru Pelihara Kampung Naga, Ucu Suherlin menuturkan, pascamerebaknya penyebaran Covid-19 pada Maret, Pemkab Tasikmalaya menutup aktivitas kunjungan ke Kampung Naga.

Hal itu berimbas pada banyaknya warga sekitar kampung naga yang mengandalkan ekonomi dari pengunjung harus kehilangan mata pencaharian.

Warung penjual aksesoris dan pengantar pengunjung atau guide misalnya, harus kehilangan pendapatan dan memilih membanting usaha pada bidang lain seperti bertani dan menawarkan jasa transportasi.

"Imbasnya sama dengan tempat wisata lain, perekonomian sekitar kampung naga yang terkena imbas. Seperti warung dan guide," ucap Ucu kepada Ayotasik.com, Selasa (11/8/2020).

Akibat pandemi Covid-19 ini, kata Ucu, setidaknya 90 persen kunjungan wisata menghilang. Terlebih Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah di berbagai tingkatan dihentikan sementara oleh pemerintah.

"Pariwisata jelas ada pengaruh 90 persen sempat hilang. Biasa memandu, dan warung akhirnya lumpuh. Kunjungan salam ini selain wisatawan dari domestik juga didominasi oleh pelajar. Tapi sekolahnya kan diliburkan," ujar Ucu.

Meski ditutup untuk kunjungan ,namun agenda budaya di Kampung Naga tetap berjalan. Seperti pada bulan April, diadakan hajat sasih namun dengan pembatasan jumlah peserta.

"Kalau agenda adat tetap dilakukan, tapi hanya perwakilan saja," ungkap Ucu.

Seiring dengan bisa dikendalikannya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, pada bulan Juni aktivitas kunjungan kembali dibuka. Pada minggu pertama bulan Juni, pengunjung didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang sedang melakukan tugas penelitian.

"Pas waktu dibuka kembali bulan Juni, mahasiswa dari berbagai daerah banyak yang datang untuk menyelesaikan penelitian," ucap Ucu. (Dede Nurhasanudin)

AYO BACA : Cegah Klaster Baru, Destinasi Wisata di Kabupaten Majalengka Bakal Ditutup

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar