Yamaha

Polusi Udara Lintas Batas Administratif Cemari Ibu Kota Jakarta

  Selasa, 11 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi polusi udara [Shutterstock]

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa ada sumber emisi tak bergerak yang menyumbangkan polusi udara cukup signifikan bagi DKI Jakarta. Sumber emisi itu di antaranya pembangkit listrik batu bara, pabrik, dan fasilitas industri lainnya.

Dalam laporan terbaru Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), sumber emisi tak bergerak itu bahkan menyebarkan polusi udara hingga lintas batas administratif. CREA menyontohkan polusi yang berasal dari pembangkit listrik Suralaya di Banten telah menjangkau Ibu Kota.

AYO BACA : Sutan Zico Tersingkir dari TC Timnas U-19

Analis CREA, Isabella Suarez menjelaskan, faktor meteorologi seperti lintasan angin memengaruhi penyebaran pencemar seperti NO, SO2 dan PM2.5. Hal itu menyebabkan konsentrasi PM2.5 yang tinggi di Jakarta.

"Sejak awal tahun 2020, kualitas udara di Jakarta tidak dapat dikatakan meningkat secara signifikan. Citra satelit menunjukkan bahwa pembangkit listrik Suralaya di Banten beroperasi dan menghasilkan emisi seperti periode sebelumnya meski terjadi pembatasan akibat Covid-19," kata Isabella dalam keterangan tertulis kepada Ayojakarta.com, Selasa (11/8/2020).

AYO BACA : Sepekan Lockdown, PN Jakbar Kembali Buka Layanan

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada periode Mei hingga Oktober tingkat pencemaran udara tertinggi di Jakarta bersumber dari pembangkit listrik dan industri dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung. Sedangkan, pada periode Desember hingga Maret pembangkit listrik Suralaya di Banten menjadi penyumbang pencemaran yang lebih besar.

"Ada 136 fasilitas industri terdaftar (termasuk pembangkit listrik) yang bergerak di sektor-sektor dengan emisi tinggi di Jakarta dan berada dalam radius 100 km dari batas administratif Ibu Kota," jelasnya.

Pencemaran udara lintas batas ini menurut Isabella bertanggung jawab atas dampak buruk bagi kesehatan warga Ibu Kota dan sekitarnya. Adapun potensi penyakit yang dapat ditimbulkan di antaranya pernapasan, sistem kekebalan tubuh, dan kardiovaskular.

"Penemuan terbaru CREA ini memperkuat dan menegaskan temuan-temuan ilmiah sebelumnya yang menyatakan bahwa beban polusi kota Jakarta sudah mencapai tingkat kritis dan semakin meningkat seiring dengan rencana pengembangan pembangkit listrik ke depannya," imbuhnya.

AYO BACA : 815 Pohon Ditebang, MRT Jakarta Bakal Relokasi Pohon 10 Kali Lipat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar