Yamaha

Lelang Kuota Internet Berpotensi Jadi Monopoli, DPRD DKI Desak Salurkan Lewat KJP

  Rabu, 12 Agustus 2020   Aini Tartinia
ilustrasi belajar jarak jauh/ Suara.com

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Dana Rp150 miliar yang bakal digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk menunjang PJJ (pembelajaran jarak jauh) di tengah pandemi Covid-19. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mendesak hal itu semeskinya langsung disalurkan melalui KJP (Kartu Jakarta Pintar).

Menurut Taufik, hal yang bisa dilakukan Pemprov DKI saat ini adalah membatalkan lelang kuota internet penunjang PJJ. Pasalnya, proses pengadaan akan memakan waktu.

“KJP lebih baik dan cepat. Bisa langsung diberikan, tidak perlu lelang. Kalau memang lelang sudah jalan, segera dibatalkan,” kata Taufik dalam keterangan persnya yang diterima Ayojakarta, Rabu (12/08/2020).

Pertimbangan lainnya, lanjut Taufik, kebijakan lelang kuota internet bakal menciptakan monopoli, sehingga berdampak buruk bagi iklim dan pergerakan perekonomian.

AYO BACA : Siswa Pelosok Lembang Belajar Online di Markas Koramil

“Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) bisa dibatalkan. Jangan buat susah orang tua, harus beli kartu perdana baru. Itu kan uang lagi,” ujar legislator Fraksi Gerindra itu.

Siswa di Ibu Kota melakukan PJJ saat pandemi per 16 Maret 2020 hingga kini. Lantaran masih tergolong zona merah Covid-19, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka belum bisa dilakukan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat mengeluhkan PJJ lantaran menambah beban pengeluaran. Orang tua diwajibkan memiliki paket data internet sebagai penunjang pembelajaran. Terlebih, perekonomian tengah memburuk akibat pagebluk.

Solusi pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk beli kuota internet oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum menjawab persoalan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengadakan lelang kuota internet guna menunjang PJJ.

AYO BACA : Cerita Siswa Miskin Belajar Jarak Jauh, Kiki Berjalan 2 Kilometer untuk Nebeng Hp Teman

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar