Yamaha

Ketika Menteri Nadiem, Lulusan Harvard, Sowan ke Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Akhyar

  Rabu, 12 Agustus 2020   Eries Adlin
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bersilaturahmi kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar

 

KRAMAT, AYOJAKARTA.COM -- Rabu siang (12 Agustus 2020), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, berkunjung ke Gedung PBNU untuk menemui Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftahul Akhyar. Tiba sekitar pukul 13.00, Nadiem menemui Rais Aam di kantor beliau di lantai 4 Gedung PBNU.

“Saya bersilaturahmi dengan beliau untuk mohon doa restu dalam menghadapi tugas-tugas berat," kata Nadiem seperti dalam rilis yang diterima Ayojakarta, Rabu 112 Agustus 2020.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Pada kesempatan itu, Rais Aam menegaskan arahannya bahwa Nahdlatul Ulama harus terus bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini wajib. Karena menyangkut masa depan anak-anak kita dan masa depan bangsa. Maka NU wajib terus melibatkan diri dan menyertai program-program Kemendikbud, lebih-lebih lagi dalam upaya-upaya perbaikan dan pembaharuan, termasuk Program Organisasi Penggerak (POP)," kata Rais Aam PBNU.

Dengan kerja sama erat itu, NU dapat ikut mengevaluasi dan mengkritisi kebijakan-kebijakan Kemendikbud secara efektif, demi kemaslahatan bersama.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari PBNU dan doa restu Rais Aam, semoga Program Organisasi Penggerak (POP) dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang lebih baik lagi," ujar Nadiem yang merupakan lulusan Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia.

Pihaknya telah memutuskan untuk memulai pelaksanaan POP pada Januari 2021 agar lebih leluasa sehingga hasilnya maksimal. Bersama Rais Aam yang didampingi oleh Katib Aam, Sekjen dan Ketua LP Ma’arif NU PBNU, Mendikbud juga menyempatkan  diri menjelaskan garis besar reformasi pendidikan yang sedang diolah di dalam kementeriannya, seperti gagasan tentang pendidikan merdeka dan sejumlah jabarannya.

Dialog memunculkan banyak keselarasan pandangan antara PBNU dan Kemendikbud, bahkan muncul pula gagasan tentang kegiatan-kegiatan konkret yang dapat dilaksanakan bersama oleh kedua pihak.

Selanjutnya Rais Aam PBNU menegaskan pentingnya sikap obyektif dan terbuka. “Apa pun yang baik harus kita terima dan kita adopsi. Karena hikmah, yaitu ilmu dan gagasan-gagasan yang baik dan mulia, diibaratkan laksana barang yang tercecer bagi orang beriman. Di mana pun kita menemukannya, kita harus mengambilnya."

 

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar