Yamaha

Mengembalikan Pasar Minggu Sebagai Sentra Buah Seperti Dulu

  Rabu, 12 Agustus 2020   Aini Tartinia
Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan/ instagram

PASAR MINGGU, AYOJAKARTA.COM - "Pepaya, mangga, pisang, jambu/dibawa dari Pasar Minggu/di sana banyak penjualnya/di kota banyak pembelinya"

Sepenggal lirik lagu Papaya Cha-Cha-Cha ciptaan Adikarso pada 1955, menggambarkan Pasar Minggu era 1950-an ketika ribuan kilogram buah dikirim dari Pasar Minggu melalui kereta api ke kota. Sebelum 1920, lokasi Pasar Minggu berada di Kampung Lio, pinggir Kali Ciliwung, kemudian dipindahkan ke lokasi yang kita lihat hari ini.

Sejak awal, kegiatan dagang di Pasar Minggu memang hanya terjadi di hari Minggu dan jenis dagangan utamanya adalah buah-buahan. Lambat laun, jenis dagangan bertambah dengan beras. Para pengusaha Tiongkok mulai membuka toko beras dan kebutuhan sehari-hari, walau belum permanen.

Pada 1930, pemerintah Belanda membangun pasar dengan lantai ubin bertiang besi dan beratap seng. Lokasinya di terminal bus dan tempat PD Pasar Jaya. Sejak saat itu, Pasar Minggu menjadi sentra dagang yang bukan hanya menjual buah-buahan, tetapi menyediakan semua kebutuhan pangan serta sandang. Hingga 1970an, Pasar Minggu konon menjelma menjadi sentra perdagangan buah terbesar di Asia Tenggara.

Berangkat dari sejarah tersebut, legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, ingin Pasar Minggu kembali identik sebagai sentra dagang buah-buahan yang kala itu membuat Pasar Minggu menjadi ikon Ibukota Jakarta pada 1960 sampai 1980an.

AYO BACA : Akses Pintu Masuk Pasar Minggu Dikurangi

"Kini kondisi Pasar Minggu berubah, tak lagi sebagai sentra buah. Walaupun saat ini masih ada buah-buahan, tapi kebanyakan dipasok dari luar atau impor," ujar August seperti dilansir beritajakarta.id  yang dikutip Ayojakarta.com, Selasa (11/08/2020).

Untuk itu, dia meminta Dinas PPKUKM DKI Jakarta melakukan penataan lokasi pedagang buah dan menjadikannya sebagai binaan. Selain sebagai ikon Ibukota Jakarta, perekonomian pedagang buah lokal bisa kembali menggeliat di tengah kondisi pandemi saat ini.

"Justru seperti itu mendukung perputaran roda perekonomian, memberikan pemasukan dan pendapatan bagi para pedagang buah. Bisa dicarikan tempat lain tapi masih di Pasar Minggu. Di situ memang sejarahnya dijual berbagai jenis buah produk lokal," katanyaa.

Menurut August, penataan pedagang buah di Pasar Minggu juga bisa menjadi solusi terhadap kekhawatiran masuknya buah-buah impor.

"Itu sudah berlangsung lama, saya setuju dan ingatkan warga beli produk lokal. Kami berharap dengan adanya situasi ini warga perlu dibina untuk kuliner, khususnya buah," ucapnya.

AYO BACA : 17-an Sebentar Lagi, Warga Mulai Percantik Gang Hijau Mandala Pasar Minggu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar